Pola Makan Berubah Drastis Saat Lebaran, Masyarakat Diimbau Waspadai Penyakit Ini
- 24 Mar 2026 21:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pascalebaran, berbagai potensi penyakit kerap muncul terutama akibat pola makan yang berubah drastis setelah menjalani puasa selama satu bulan. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan kebiasaan “balas dendam” dengan makan berlebihan saat hari raya dapat memicu gangguan kesehatan. Makanan khas Lebaran yang umumnya bersantan menjadi salah satu pemicu utama gangguan pencernaan.
“Biasanya setelah puasa, saat Lebaran orang cenderung kalap makan. Ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, lonjakan gula darah, hingga sesak napas,” katanya, Selasa 24 Maret 2026.
Menurut dia, konsumsi makanan bersantan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diare, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas pada lambung. Sebagian besar makanan Lebaran itu bersantan, sehingga risiko diare cukup tinggi.
"Makan boleh, tapi harus dibatasi, terutama bagi yang sensitif terhadap makanan bersantan,” ucapnya. Masyarakat juga diingatkan untuk bijak dalam mengkonsumi makanan ringan atau camilan.
Ia mencontohkan, beberapa jenis kue Lebaran memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. “Konsumsi camilan juga harus diperhatikan, misalnya tiga buah nastar itu setara dengan satu piring nasi. Jadi harus bijak memilih dan membatasi,” ujarnya.
Hakam menuturkan, perubahan pola aktivitas selama Lebaran, seperti lebih banyak makan dan kurang bergerak, juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah secara signifikan. Apalagi jika disertai konsumsi minuman manis atau bersoda.
Ia mengimbau, masyarakat untuk tetap menjaga pola makan seimbang selama Lebaran, mengontrol porsi konsumsi, serta tetap aktif bergerak agar kondisi kesehatan tetap terjaga. “Setelah sebulan puasa, lalu tiba-tiba pola makan berubah drastis, makan terus, tidur, minum manis atau soda, itu bisa membuat gula darah naik tinggi. Ini yang harus diwaspadai,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....