Tradisi Nyekar Melandai, Harga Bunga Tabur di Semarang Kembali Normal
- 24 Mar 2026 13:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang -Memasuki H+3 Hari Raya Idulfitri, harga bunga tabur di Pasar Peterongan, Semarang, mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini terjadi seiring dengan berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional tersebut dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas di lapak para pedagang bunga kini mulai kembali normal. Hal ini berbanding terbalik dengan situasi pada puncak keramaian yang terjadi pada H-1 dan hari pertama Lebaran, di mana antrean pembeli sempat memadati area pedagang bunga.
Salah seorang pedagang bunga di Pasar Peterongan, Siti, mengungkapkan bahwa tren penurunan harga ini memang rutin terjadi setiap tahun setelah hari raya berlalu. Menurutnya, penyesuaian harga dilakukan karena permintaan pasar yang mulai melandai.
Untuk keranjang bunga ukuran besar yang sebelumnya sempat melonjak hingga mencapai Rp250 ribu, saat ini harganya turun drastis menjadi sekitar Rp100 ribu. “Sekarang sudah lebih sepi, jadi harga juga ikut turun,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya. Selasa 24 Maret 2026.
Selain keranjang besar, harga varian bunga lainnya juga relatif menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Saat ini, keranjang ukuran sedang dijual seharga Rp40 ribu, ukuran kecil Rp25 ribu, serta buket bunga yang juga dipatok pada harga Rp25 ribu.
Untuk komoditas bunga sedap malam, Siti menyebutkan harga kuncup kini berada di kisaran Rp20 ribu, sementara bunga yang sudah mekar dijual seharga Rp25 ribu. Meski jumlah pembeli menurun, ia mengaku masih ada warga yang datang untuk keperluan ziarah ke makam keluarga.
“Masih ada yang nyekar setelah Lebaran, tapi tidak seramai sebelum hari raya,” katanya menambahkan. Para pedagang di Pasar Peterongan kini berharap tingkat penjualan mereka tetap stabil dan konsisten meskipun momen puncak perayaan Lebaran telah usai. (AR TSU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....