Silaturahmi Lintas Agama Warnai Idulfitri di MAJT

  • 21 Mar 2026 10:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sejumlah tokoh lintas agama Jawa Tengah menyambangi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Sabtu 21 Maret 2026, untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kedatangan tokoh lintas agama tersebut disambut Ketua PP MAJT Prof Dr Noor Achmad MA dan didampingi Sekretaris PP MAJT KH Muhyidin serta pengurus lainnya.

Silaturhami diawali tokoh lintas agama menyapa dan bersalaman dengan jamaah salat Idulfitri di pelataran MAJT. Kehadiran tokoh lintas agama ini disambut antusias oleh para jamaah salat Idulfitri.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmo mengatakan, Idulfitri menjadi momen yang dinantikan. “Di mana kami umat Katolik dari Keuskupan Agung Semarang mencoba selalu bersilaturahmi dengan teman-teman saudara-saudara muslim sebagai ungkapan persaudaraan dan kekeluargaan,” katanya.

Menurut Rubiyatmoko, kunci terbangunnya toleransi di Jawa Tengah adalah dengan adanya keterbukaan hati menerima sebagai saudara yang diwujudkan dalam bentuk kerja bersama dan diskusi bersama. “Maka Keuskupan Agung Semarang tahun ini menggagas bagaimana bisa bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan manusia,” jelasnya.

Agung Any Rohwati dari Wanita Hindu Jawa Tengah mengucapkan terimakasih karena dapat bersama-sama bersilaturhami di MAJT. “Ini sebagai bentuk rasa sayang kami, persaudaraan kami. Kebetulan kemarin juga merayakan hari raya Nyepi dan mempunyai pesan bahwa kami semua bersaudara. Satu Bumi Satu Keluarga,” ujarnya.

Bhikku Cattamano Mahathera berharap silaturahmi antara tokoh lintas agama ini akan terus menjadi tradisi. “Bisa Lestari dan terjaga dengan baik. Karena tradisi silaturahmi juga akan bisa membawa kedamaian untuk semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Pengelola (PP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Prof Dr KH Noor Achmad MA mengatakan, silaturhami tokoh lintas agama ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan sudah menjadi budaya kebaikan.”Di kota Semarang dan Jawa Tengah akan terus kami bina kerukunan umat beragama menjadi satu kesatuan untuk bersatu menjadi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Masjid Agung Jawa Tengah, kata Prof Noor Achmad, sejak awal telah menjadi masjid yang inklusif yang terbuka untuk semuanya. Menurutnya untuk terus menjaga toleransi di Jawa Tengah, dibutuhkan kebersamaan dan saling memahami serta tanpa melihat perbedaan.

“Itu menjadi bagian mutlak dari bagaimana kita melaksanakan toleransi kehidupan, kebersamaandi Jawa Tengah ini, sehingga tidak boleh disekat oleh agama. Artinya kesatuan umat manusia tidak bisa dibeda-bedakan antara satu dengan yang lainhanya karena agama saja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....