Fenomena Bayi Dibuang Marak di Kabupaten Semarang

  • 19 Mar 2026 08:37 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • bayi dibuang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Fenomena penemuan jasad bayi yang dibuang dalam dua hari berturut-turut menggegerkan warga Kabupaten Semarang . Kejadian pertama ditemukan jasad bayi dibuang di Sungai Jetis, Leyangan pada Senin, 16 Maret 2026 dan jasad bayi dibuang di Sungai Gunung Kendil, Desa Boto, Bancak, Kabupaten Semarang pada Selasa, 17 Maret 2026.

Kepala DP3KB Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk menyikapi rentetan kejadian ini secara serius melalui penguatan sosialisasi.

"Kami coba buat program atau upaya pencegahan dan pensosialisasian yang akan kami tautkan di WhatsApp Gemati," ucapnya Kamis, 19 Maret 2026.

Menurutnya, pengawasan dari instansi pemerintah saja tidak cukup. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan sosial.

"Yang paling utama adalah gerakan masyarakat dan segenap elemen untuk bareng-bareng saling mengingatkan, baik dari aspek moril, agama, maupun empati. Harapannya, dengan kepedulian bersama, kejadian tragis seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya

Ia mengungkapkan, kasus pembuangan bayi di wilayah Semarang dan sekitarnya masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data, kasus pembuangan bayi pada tahun 2024 hingga awal 2026, tercatat setidaknya 12 kasus pembuangan bayi yang terjadi di wilayah Semarang dan sekitarnya.

“Pada tahun 2025 saja, terdapat laporan mengenai delapan bayi yang dibuang di wilayah Kabupaten Semarang. Mayoritas pelaku diketahui masih berstatus pelajar atau pasangan usia muda,” ungkapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....