Dialog Nasional Unwahas Akan Bahas MBG dan ASEAN Nourish Forum

  • 18 Mar 2026 09:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dijadwalkan menjadi tuan rumah gelaran Dialog Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ASEAN Nourish Forum pada Maret 2026. Persiapan teknis kegiatan ini mulai dimatangkan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang serta lintas sektoral dari Bappeda, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Helmy Purwanto, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan hasil kolaborasi luas. Kemitraan melibatkan Kementerian Luar Negeri, Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), Universitas Katolik Parahyangan, serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Semarang untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan.

“Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Selain itu juga penguatan komitmen bersama di bidang pangan, gizi, dan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Prof. Helmy melalui keterangan tertulis, Selasa 17 Maret 2026.

Ia juga menyatakan, kolaborasi bertujuan untuk membedah tantangan gizi di tingkat regional sekaligus mendukung visi SDM unggul Indonesia. “Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan konferensi internasional ketahanan pangan sekolah yang digelar Unwahas sebelumnya,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, dialog nasional ini akan memfokuskan pembahasan pada sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah tersebut diambil mengingat jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di tahun 2026 diprediksi akan sangat besar sehingga membutuhkan akurasi data yang tinggi.

Unwahas merumuskan tiga pilar utama dalam implementasi program MBG tersebut. Pertama adalah Keamanan Pangan (Food Safety) untuk menjamin higienitas di setiap dapur pusat (central kitchen), serta pilar Kearifan Lokal yang mewajibkan penyerapan bahan baku dari petani lokal guna memangkas biaya logistik.

Pilar ketiga yang menjadi perhatian adalah Audit Gizi, yang menempatkan akademisi sebagai pengawas independen. Peran ini diambil untuk memantau dampak fisik serta perkembangan kognitif anak sekolah secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....