Isu Konflik Timur Tengah, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

  • 17 Mar 2026 11:16 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • panic buying
  • konflik timur tengah
  • kapolri

RRI.CO.ID, Semarang - Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying di tengah munculnya berbagai isu dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi global. Imbauan tersebut disampaikan Kapolri usai melaksanakan silaturahmi dan buka puasa bersama tokoh agama serta masyarakat di Mapolda Jawa Tengah, Senin 16 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menjelaskan bahwa dinamika global, khususnya peristiwa yang terjadi di kawasan Teluk, memang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia. Namun demikian, pemerintah terus bekerja keras melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan pasokan energi dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga.

Menurutnya, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dan langkah-langkah bilateral dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Ia memastikan bahwa hingga beberapa bulan ke depan ketersediaan minyak maupun stok pangan nasional masih dalam kondisi cukup.

Kapolri mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat. Ia menilai panic buying justru dapat berdampak pada terganggunya distribusi dan ketersediaan barang yang sebenarnya dalam kondisi aman.

“Harapan kita masyarakat tidak perlu panik. Stok energi maupun pangan masih cukup, sehingga tidak perlu membeli secara berlebihan yang justru dapat memicu panic buying,” ujar Kapolri.

Lebih lanjut, Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tetap tenang menghadapi berbagai dinamika global. Menurutnya, kebersamaan dan kepercayaan kepada langkah-langkah pemerintah menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Kapolri menambahkan, Presiden juga terus mendorong penguatan ketahanan pangan dan energi nasional, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia secara mandiri. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Melalui silaturahmi dan buka puasa bersama yang melibatkan tokoh lintas agama, akademisi, organisasi kepemudaan, mahasiswa, buruh hingga komunitas ojek, Kapolri berharap hubungan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....