Jelang Lebaran, Pemkot Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

  • 11 Mar 2026 20:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng resmi membuka kegiatan Bazar Ramadan 2026 dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 177 kelurahan yang dipusatkan di Halaman Balai Kota Semarang, Rabu 11 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Idulfitri.

"Gerakan pangan murah ini akan kita gencarkan sampai dengan menjelang Lebaran. Harapannya adalah harga-harga terkendali. Di samping itu, kami juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder agar masyarakat memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau," ujar Agustina.

Bazar yang berlangsung selama dua hari, yakni 11-12 Maret 2026 ini melibatkan 37 tenant perusahaan/CSR, serta 47 tenant UMKM unggulan Kota Semarang. Selain menyediakan produk pangan, panitia juga telah mendistribusikan sebanyak 2.834 kupon tebus murah sembako.

Kupon ini diperuntukkan bagi masyarakat, yang dibagikan melalui masing-masing kecamatan. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga pasar global.

"Ada 240 titik Gerakan Pangan Murah yang kita canangkan, salah satunya di sini dan tersebar di 177 kelurahan. Ini adalah upaya untuk menyebarkan akses pangan murah hingga ke titik terkecil agar proses pengendalian harga menjadi lebih efektif," ujar Agustina.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas inflasi dengan cara berbelanja secara bijak. Ia menghimbau warga agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan barang dan kenaikan harga di pasar.

Selain fokus pada pangan, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program Bismudik, yakni armada mudik gratis bagi warga Semarang. Pemkot Semarang menyediakan tujuh armada bus untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dengan nyaman dan aman.

Program ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam melayani kebutuhan transportasi publik di masa libur hari raya. "Bismudik ini adalah sebagian dari upaya pemerintah Kota Semarang untuk bisa membantu para pemudik agar mereka merasa nyaman dan sejahtera dalam menghadapi Lebaran nanti," ucap Agustina.

Sejalan dengan upaya pemerintah daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, juga menyoroti pentingnya pengendalian harga di Kota Semarang. Mengingat andil inflasi Kota Semarang yang mencapai 32,76% terhadap inflasi Jawa Tengah secara keseluruhan, stabilitas harga di kota ini menjadi kunci bagi stabilitas regional.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Ibu Wali Kota dan TPID dalam menjaga stabilitas ini. Perilaku belanja yang tenang dan rasional akan sangat membantu kami dalam menjaga stabilitas harga sehingga Ramadan dan Idulfitri dapat dijalankan dengan penuh ketenangan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....