Gerakan Pangan Murah di Semarang, BI Ajak Masyarakat Tebus Cabai Murah Pakai QRIS
- 11 Mar 2026 14:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah mengajak masyarakat menebus cabai murah menggunakan pembayaran digital QRIS. Ajakan tersebut diwujudkan melalui kehadiran stan BI dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazar Ramadan di Balai Kota Semarang, Rabu, 11 Maret 2026.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat membeli cabai dengan harga lebih terjangkau di harga Rp1.447/ 200 gram. Selain membantu menekan harga, program ini juga menjadi sarana edukasi penggunaan transaksi nontunai di masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho atau akrab disapa Nunu mengatakan, saat ini beberapa komoditas pangan memang mengalami kenaikan harga. Salah satunya cabai rawit merah yang naik dari sekitar Rp76.000 menjadi Rp86.000 per kilogram.
Selain itu, harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp33.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat komoditas cabai menjadi salah satu penyumbang tekanan inflasi.
Oleh karena itu, program tebus cabai murah ini dihadirkan agar masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Harga cabai yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar sehingga diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi.
“Kalau harga cabai merah sekitar Rp34.500 per kilogram, di sini kita jual jauh di bawah harga itu. Harapannya ini bisa membantu menekan inflasi,” ujarnya, usai membuka GPM bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Dalam program tersebut, cabai yang dijual merupakan cabai merah kering yang telah melalui proses pengolahan. Produk tersebut dipilih karena memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan cabai segar.
Cabai merah kering tersebut dapat disimpan hingga sekitar empat bulan tanpa menurunkan kualitas rasa pedasnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat ketika harga cabai segar sedang tinggi.
"Jadi artinya kalau harga cabainya mahal, kita enggak usah beli yang fresh, kita cukup beli ini, pedasnya sama tadi dan juga kita bisa simpan lebih lama lagi. Kalau cabai yang segar kan paling 1 minggu, 2 minggu sudah enggak bisa, maksudnya kualitasnya kurang baik untuk dikonsumsi," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, BI juga mendorong masyarakat menggunakan pembayaran digital melalui QRIS. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi untuk meningkatkan penggunaan transaksi nontunai di masyarakat.
Menurut Nunu, pembayaran menggunakan QRIS diharapkan dapat memudahkan masyarakat sekaligus mendukung transformasi sistem pembayaran digital. Melalui program tersebut, BI juga mengedukasi masyarakat agar berbelanja secara bijak di tengah kenaikan harga beberapa komoditas agar tekanan inflasi diharapkan dapat lebih terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....