Warga Tolak Parkir Baru di Belakang PT Hwaseung Pati

  • 10 Mar 2026 18:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pati- Rencana pengoperasian parkir karyawan baru di belakang pabrik sepatu PT Hwaseung Indonesia memicu keresahan warga sekitar. Masyarakat dari tiga desa menilai keberadaan parkir akan memperparah kepadatan lalu lintas jalan desa setiap harinya.

Warga menyebut arus kendaraan di jalan penghubung Desa Raci hingga Desa Klayusiwalan sudah padat, terutama jam masuk dan pulang kerja. Mereka khawatir ribuan kendaraan karyawan melintasi jalan desa setiap hari akan membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah.

Sujayanto, warga Desa Raci, menegaskan masyarakat keberatan dengan rencana pembangunan parkir di lokasi tersebut. “Kami khawatir keselamatan anak-anak dan warga terganggu karena arus kendaraan karyawan sangat padat setiap hari,” ujarnya.

Subur, warga Desa Ketitangwetan, menambahkan warga juga mempertanyakan legalitas pembangunan serta status lahan yang akan digunakan. “Setahu kami lokasi masih tanah basah untuk pertanian, kami berharap pemerintah hadir melindungi masyarakat,” katanya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Pati, Arif Darmawan, mengatakan pihaknya telah memanggil manajemen PT Hwaseung untuk meminta penjelasan. Menurutnya perusahaan mengaku sudah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, tetapi pihaknya masih menunggu arahan Kementerian Perhubungan.

Warga, termasuk Udin Ali dari Desa Ketitangwetan, mempertanyakan kewenangan Bea Cukai dalam mengeluarkan izin andal lalin. “Izin andal lalin seharusnya dikeluarkan Dishub karena menyangkut jalan kabupaten, ini seolah ada permainan di dalamnya,” ujarnya.

Tiga kepala desa terdampak, yakni Desa Ketitangwetan, Desa Raci, dan Desa Bumi Milyo, menegaskan keberatan parkir dibuka. Mereka menilai jalan desa tidak memungkinkan dilalui ribuan kendaraan setiap hari, risiko tinggi bagi warga dan anak-anak sekolah.

Warga mengancam akan melakukan aksi besar-besaran apabila pembangunan parkir dipaksakan tanpa prosedur jelas dan kajian dampak lalu lintas transparan. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pati segera turun tangan mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat dan perusahaan.(APB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....