Wagub Jateng Dorong Wakaf Uang, Perkuat Kemandirian Lembaga Keagamaan

  • 10 Mar 2026 14:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong optimalisasi wakaf uang sebagai upaya memperkuat pengelolaan dana keumatan. Skema tersebut dinilai dapat menjadi solusi dalam mendukung pengembangan berbagai lembaga keagamaan di daerah.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Sosialisasi Zakat, Infak, Sedekah serta Pembekalan dan Pentasharufan Asnaf Sabillilah oleh Baznas Jawa Tengah periode I tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa 10 Maret 2026.

Menurutnya, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Tengah selama ini telah berjalan dengan baik. Bahkan, sistem pengelolaan tersebut menjadi rujukan bagi sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Alhamdulillah pengelolaan zakat di Jawa Tengah sudah berjalan baik. Kepercayaan masyarakat juga semakin besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” katanya

Ia menilai keberhasilan tersebut perlu dilanjutkan dengan penguatan pengelolaan wakaf, khususnya wakaf uang. Melalui skema itu, berbagai kebutuhan lembaga keagamaan yang tidak dapat dibiayai oleh anggaran pemerintah dapat terbantu.

Menurutnya, banyak masjid, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan yang masih membutuhkan pengembangan fasilitas. Kebutuhan tersebut di antaranya penambahan lahan, area parkir, hingga penguatan kegiatan ekonomi di lingkungan masjid.

“Pemerintah tidak bisa menganggarkan untuk pengadaan tanah atau lokasi tertentu. Di sinilah wakaf, termasuk wakaf uang, bisa menjadi solusi untuk membantu kebutuhan lembaga keagamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah Ahmad Darodji menyampaikan pihaknya menyalurkan bantuan kepada 132 lembaga keagamaan pada kesempatan tersebut. Total dana yang disalurkan mencapai sekitar Rp3,175 miliar.

Adapun penerima bantuan terdiri dari 43 masjid, 23 musala, 27 madrasah, 20 pondok pesantren, enam TPQ, dan 13 lembaga keagamaan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan fasilitas dan kegiatan keagamaan di masing-masing lembaga.

“Dalam satu tahun, penyaluran bantuan seperti ini kami lakukan tiga kali. Hal ini agar lebih banyak lembaga yang dapat memperoleh bantuan secara bergiliran,” ujarnya.

Selain penyaluran dana untuk lembaga keagamaan, Baznas Jawa Tengah juga menjalankan berbagai program sosial selama Ramadan. Salah satunya pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam empat bulan terakhir, bantuan sembako yang telah disalurkan mencapai sekitar 5.000 paket. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas untuk memperluas manfaat dana zakat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan fasilitasi 11 unit bus untuk program mudik gratis Baznas. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

Selain itu, Baznas juga menyalurkan tali asih dan paket sembako kepada 497 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu serta tenaga outsourcing di lingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah. Bantuan senilai Rp248,5 juta tersebut diberikan masing-masing sebesar Rp500 ribu dan satu paket sembako.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....