Abdul Kholik Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi Dampak Perang
- 08 Mar 2026 12:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Senator DPD RI perwakilan Jawa Tengah Dr Abdul Kholik mendorong pemerintah untuk segera melakukan antisipasi dan mitigasi dampak perang Iran VS Israel -Amerika Serikat. Perang tersebut berdampak pada terhambatnya jalur distribusi logistik, terutama yang melalui selat Hormuz yang merupakan jalur vital dunia utamanya minyak.
Meski pemerintah telah memastikan bahwa Indonesia memiliki cadangan BBM, namun harus dilakukan antisipasi dan mitigasi, karena belum bisa dipastikan perang kapan berakhir. “Pemerintah betul-betul memitigasi dan mengambil kebijakan antisipatif supaya dampaknya segera diberikan solusinya,” katanya Jumat 6 Maret 2026.
Pemerintah Pusat kata Abdul Kholik, harus segera mengomunikasikan kepada pemerintah daerah, apa saja dampak yang mungkin terjadi dan bentuk antisipasinya. Ia juga mengajak masyarakat khususnya warga Jawa Tengah untuk bersiap-siap mengantisipasi, salah satunya dengan berhemat dan membatasi mobilitas.
“Cadangan BBM itu kan terbatas. Mobilitas saya kira harus dibuat secara efektif, dan mungkin juga sekarang banyak teknologi yang bisa membantu untuk bersilaturahmi,” jelasnya. Selain itu, pemerintah dan masyarakat juga harus meminimalisasi penggunaan barang-barang import.
Ia menilai, provinsi Jawa Tengah termasuk daerah yang memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi, terutama untuk kebutuhan dasar. “Pemprov juga harus sudah melakukan Langkah-langkah dan kebijakan yang dalam jangka Panjang yang bisa menjadi strategi untuk mengantisipasi kalau kondisi terus memburuk,” ungkapnya.
Lebih lanjut Abdul Kholik menjelaskan, dua sektor yang harus diantisipasi akibat perang ini adalah pangan dan energi. “Padahal kita menghadapi fase lebaran yang tingkat konsumsi tinggi juga,” jelasnya.
Terkait rencana pemerintah pusat akan mengalihkan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik, menurutnya menjadi langkah yang tepat meski membutuhkan waktu. “Daerah pun harus merespon itu juga, kalau pemerintah pusat mendorong alih kendaraan dari bahan fosil ke listrik. Tentu infrastruktur (SPKLU) nya harus siap,” pungkasnya. (royce)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....