Usulan Gelar Pahlawan KH Sholeh Darat, Kemensos Verifikasi Lapangan

  • 14 Jul 2026 20:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama jajaran menerima kunjungan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial RI di Kantor Wali Kota Semarang, Kompleks Balai Kota Semarang, Selasa 14 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan atas usulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat, ulama besar asal Kota Semarang yang hidup pada 1820–1903.

Tim TP2GP yang hadir antara lain Abdul Muis selaku Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, dan Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih (sejarawan Universitas Diponegoro). Hadir pula Adoniati Meyria Widaningtyas dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, serta Muhamad Agus Taufiq selaku ahli waris KH Sholeh Darat.

Tim ini diterima langsung oleh jajaran Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang. Tim tersebut beranggotakan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, dan sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang.

Agustina Wilujeng menyampaikan, bagi masyarakat Kota Semarang, nama KH Sholeh Darat bukan sekadar catatan sejarah. Namun juga sosok yang turut mempertahankan tata nilai dan budaya masyarakat di tengah masa penjajahan Hindia Belanda.

Ia menyebut KH Sholeh Darat berjasa menerjemahkan kitab-kitab keagamaan, termasuk Al-Qur'an, ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat, sehingga ajaran agama dapat menyebar luas hingga ke seluruh Jawa Tengah. "Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini," ujarnya.

Agustina menambahkan, sejumlah murid KH Sholeh Darat seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari, dan RA Kartini kelak dikenal sebagai tokoh nasional. Jejak pemikiran beliau turut mengutip nama serta karya-karya sang guru.

Pihaknya menyatakan komitmennya mengawal seluruh tahapan pengusulan, mulai dari penyusunan dokumen, penguatan kajian akademik. Hingga pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Abdul Muis mewakili TP2GP menjelaskan, berdasarkan hasil sidang TP2GP, terkait proses usulan KH Sholeh Darat dinyatakan memenuhi syarat dengan sejumlah catatan penyempurnaan, yang saat ini tengah ditindaklanjuti bersama tim akademik penyusun naskah. Ia menekankan pentingnya penguatan sumber data primer serta narasi mengenai kontribusi KH Sholeh Darat dalam membangun kesadaran kebangsaan pada masanya.

Verifikasi lapangan ini berlangsung 14–16 Juli 2026, mencakup pertemuan dengan TP2GD Kota Semarang serta kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah dan sarana monumental terkait KH Sholeh Darat. Setelah tahap ini, revisi naskah akademik ditargetkan rampung akhir Juli hingga 10 Agustus 2026, sebelum diteruskan untuk pembahasan lebih lanjut.

Pemerintah Kota Semarang berharap proses ini dapat memperkuat kajian akademik mengenai rekam jejak dan pengaruh KH Sholeh Darat, sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat memori kolektif dan menghadirkan keteladanan bagi generasi masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....