Ratusan Warga Antre Tebus Murah Sembako di Gereja Santa Theresia Bongsari
- 07 Mar 2026 11:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Ratusan warga di sekitar Gereja Santa Theresia Bongsari, Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, mengantre untuk menukarkan kupon tebus murah dalam kegiatan Bakti Sosial Sembako Ramadan yang digelar pihak gereja, Sabtu 7 Maret 2026. Antrean warga terlihat mengular di Aula Grha Argya Paroki Santa Theresia Bongsari.
Warga yang hadir merupakan masyarakat sekitar gereja yang sebelumnya telah menerima kupon dari panitia penyelenggara. Melalui kupon tersebut, warga dapat menebus paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, teh, kecap, dan mie instan.
Paket dengan nilai sekitar Rp170 ribu tersebut dapat ditebus warga dengan harga Rp70 ribu. Salah satu warga, Anis, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tebus murah tersebut.
Menurutnya, menjelang Lebaran harga bahan pokok cenderung tidak stabil sehingga program ini dapat meringankan kebutuhan rumah tangga. “Program seperti ini sangat membantu, apalagi sekarang harga kebutuhan pokok mulai naik menjelang Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Paroki Bongsari, Romo Synesius Suyitna SJ mengatakan kegiatan tebus murah merupakan agenda rutin tahunan gereja yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi cara gereja mengambil bagian dalam membantu meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok.
“Nilai paket sekitar Rp170 ribu, tetapi warga menebusnya Rp70 ribu saja. Kami tidak memberikannya secara gratis agar warga tetap merasa memiliki harga diri karena masih bisa membeli dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Romo Synesius.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut gereja menyiapkan sekitar 450 paket sembako yang berisi tujuh jenis kebutuhan pokok, di antaranya beras lima kilogram, gula pasir, teh, kecap, minyak goreng, dan mie instan.
Selain membantu kebutuhan warga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) gereja untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga di lingkungan sekitar.
"Karena gereja sendiri pada masa APP ini juga punya semboyan, semangat untuk meng meng mewujudkan mensejahterakan masyarakat. Sehingga kehadiran gereja tidak tidak eksklusif tapi juga juga sedapat mungkin menginspirasi untuk saling menghargai, saling menghormati," pungkas Romo Synesius. (royce)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....