Dampak Cuaca Ekstrem, DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspadai Flu Burung

  • 07 Mar 2026 11:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat, khususnya para peternak unggas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit flu burung atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI). Hal ini mengingat adanya cuaca ekstrem dan tidak menentu, yang membuat unggas berpotensi terserang penyakit.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Purworejo, drh. Sri Widarti menyampaikan, perubahan cuaca seperti yang terjadi saat ini berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit pada ternak unggas.

“Cuaca seperti ini biasanya penyakit mulai muncul. Karena itu kami sekaligus mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap flu burung. HPAI merupakan penyakit virus akut pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A, khususnya subtipe H5 atau H7. Penyakit yang dikenal sebagai flu burung (bird flu) ini dapat menyerang berbagai jenis unggas seperti ayam, bebek, maupun burung," jelas drh. Sri Widarti saat dikonfirmasi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Windarti menegaskan, penyakit tersebut tergolong sangat patogen karena dapat menyebabkan tingkat kematian pada unggas hingga hampir 100 persen dalam waktu singkat. Flu burung juga termasuk penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

"Ada beberapa tanda dan gejala unggas yang terinfeksi flu burung antara lain kematian mendadak dalam jumlah banyak, perubahan warna jengger dan pial menjadi kebiruan. Termasuk muncul perdarahan pada kaki, keluarnya cairan dari mata dan hidung, serta pembengkakan pada bagian kepala dan leher," ungkapnya.

drh. Widarti menambahkan, penularan virus flu burung dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit, misalnya melalui air liur, lendir, atau kotoran.

"Penularan juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui peralatan kandang, pakan, atau lingkungan yang tercemar virus, serta dari unggas liar atau burung migran yang terinfeksi," bebernya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, pihaknya mengingatkan peternak agar menerapkan biosekuriti secara ketat di lingkungan kandang.

"Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi keluar-masuk orang atau hewan ke area kandang, menjaga kebersihan kandang dan peralatan dengan disinfektan secara rutin, serta melakukan vaksinasi secara teratur pada unggas yang sehat," imbuhnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots saat menangani unggas. Daging dan telur unggas harus dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

"Melalui edukasi ini, DKPP Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin memahami bahaya flu burung serta dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini guna melindungi kesehatan ternak dan manusia," pesannya. (Agus)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....