BNN Jateng Perkuat Sinergi Pemuliah Sosial Penyitas Narkotika

  • 06 Mar 2026 11:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah memperkuat sinergi lintas instansi untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi para mantan penyalahguna narkotika. Upaya ini dilakukan agar para eks klien tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga mampu mandiri secara finansial di tengah masyarakat.

Bersama Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung, serta Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang dan Dinas Sosial Kota Semarang, BNN Jateng menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi 36 warga penerima manfaat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Kegiatan sebagai upaya penguatan layanan pascarehabilitasi untuk memastikan proses pemulihan klien narkoba tidak berhenti pada aspek kesehatan semata. Akan tetapi juga mencakup penguatan kemandirian ekonomi.

Kepala BNN Jateng, Toton Rasyid menegaskan pentingnya menghapus stigma terhadap eks klien penyalahgunaan narkoba. Upaya ini menghapus stigma negative mantan pengguna narkoba.

“Pemulihan mereka adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa penanganan narkoba harus dilakukan secara holistik, karena BNN tidak mungkin bekerja sendiri dalam memulihkan karakter bangsa,” ujarnya dalam rilis Jumat 6 Maret 2026.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, M. Agus Junaidi menilai bantuan tersebut sangat penting bagi masyarakat rentan. Menurutnya, di Kota Semarang terdapat sekitar 141 ribu jiwa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Bantuan dari BNNP dan Kementerian Sosial ini sangat berarti. Karena tidak semua kebutuhan masyarakat rentan dapat sepenuhnya dipenuhi melalui APBD,” katanya.

Sementara, Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto mengatakan dukungan ekonomi merupakan faktor penting dalam mencegah kekambuhan atau relapse pada eks pengguna narkoba. Karena menurutnya, permasalahan narkoba sering kali berkaitan erat dengan persoalan ekonomi.

“Tanpa kemandirian ekonomi, risiko seseorang untuk kembali terjerumus sangat besar. Bantuan modal usaha ini menjadi langkah konkret agar mereka dapat kembali hidup mandiri di tengah masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....