Kukuhkan Pengurus MUI Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan
- 24 Agt 2026 16:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam membangun daerah. Sinergi tersebut penting untuk mendorong kesejahteraan umat dan menjaga persatuan masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin 24 Agustus 2026. Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan pengabdian sekaligus memperkuat peran MUI di tengah masyarakat.
Menurut Luthfi, MUI selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembangunan. Peran tersebut tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga membantu menjaga kondusivitas daerah melalui pendekatan keagamaan.
“MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun pemerintahan kolaboratif. Sekaligus, berperan sebagai cooling system dalam menghadapi berbagai persoalan di Jawa Tengah,” katanya.
Ia menilai kolaborasi yang telah dibangun MUI dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat. Kerja sama dengan perguruan tinggi, Masyarakat Ekonomi Syariah, Bank Jateng Syariah, dan media massa menjadi modal penting untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Luthfi mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan semua elemen. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar program yang dijalankan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Aspek persatuan ini yang harus dikedepankan. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang terjalin itu menjadi bagian integral dalam membangun wilayah,” ujarnya.
Ketua Umum MUI Pusat, M Anwar Iskandar, menyebut sinergi ulama dan umara menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan bangsa. Menurutnya, persoalan ekonomi, kesejahteraan, hingga stabilitas sosial memerlukan kerja bersama antara pemerintah dan tokoh agama.
Anwar menegaskan MUI memiliki peran sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah. Oleh karena itu, organisasi tersebut harus terus hadir memberikan solusi dan penguatan moral bagi masyarakat.
Selain itu, ia mendorong MUI Jawa Tengah untuk memperkuat kaderisasi ulama perempuan. Langkah tersebut dinilai penting agar semakin banyak tokoh perempuan yang berkontribusi dalam pengembangan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Noor Achmad, menegaskan kepengurusan baru akan fokus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu prioritasnya adalah membangkitkan ekonomi umat melalui pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Noor, MUI Jateng telah menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga untuk mendukung program tersebut. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperluas manfaat dan menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami mencoba untuk bersama Gubernur, bagaimana membangkitkan ekonomi umat terutama ekonomi masyarakat Islam. Sudah ada kerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah, rektor, dan media massa,” katanya.
Melalui kepengurusan baru, MUI Jawa Tengah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai jembatan antara umat dan pemerintah. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya menjaga persatuan, tetapi juga mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....