Halo RRI : Pedagang Keluhkan Penataan Pasar Justru Bikin Sepi
- 06 Mar 2026 11:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sejumlah pedagang di Pasar Bulu Semarang mengeluhkan sepinya aktivitas jual beli meski sudah memasuki momentum menjelang Lebaran. Kondisi ini dinilai para pedagang bukan sekadar faktor ekonomi, melainkan akibat penataan kios yang semrawut sehingga menghambat minat masyarakat untuk berbelanja.
Salah seorang pedagang di pasar Bulu Evi, mengatakan arah kios yang tidak seragam membuat pengunjung kebingungan mencari barang yang dibutuhkan. Penempatan jenis dagangan yang berjauhan juga dianggap menyulitkan pembeli.
Ia menilai seharusnya penataan pasar dibuat lebih terstruktur dengan pengelompokan jenis barang. Dengan demikian, pembeli lebih mudah menemukan kebutuhan mereka dalam satu area yang berdekatan.
"Ini nih salah-salah penataan aku bilang. Ini ada (kios) yang hadap ke sana, ada yang hadap ke sana (selatan) orang pada enggak tahu, ada yang hadap barat juga," ujarnya, Jumat 6 Maret 2026.
Selain itu, penempatan kios di pasar yang dilakukan melalui sistem undian membuat para pedagang tidak bisa memilih lokasi strategis yang dianggap lebih ramai pengunjung. Padahal, kebanyakan lokasi stategis yang ada justru kosong atau tak ditempati oleh pemiliknya.
"Ini dibawah kiosnya pada kosong, karena sebenernya masih ada yang punya orang. Jadi disini penataannya tu, depan depan bawah malah pada kosong padahal sudah berapa tahun enggak jualan harusnya dicoret dulu, terus umpamanya mau meningkatkan ekonominya pasar, mau nguri-nguri pasar, kan harusnya yang aktif diprioritaskan," tandasnya.
Ia juga menyoroti fasilitas pasar yang dinilai belum optimal, salah satunya eskalator yang tidak berfungsi sehingga membuat pengunjung, terutama yang sudah lanjut usia, enggan naik ke lantai atas. Mereka juga meminta kebijakan yang lebih berpihak kepada pedagang agar pasar tradisional tetap bertahan di tengah persaingan ekonomi yang semakin berat.
Menurutnya, kondisi sepi tidak hanya terjadi di Pasar Bulu. Beberapa pasar lain seperti Pasar Jerakah dan johar juga dikeluhkan teman sejawatnya mengalami hal serupa.
Kondisi serupa juga dirasakan Anita, penjual baju di pasar Johar Semarang. Ia mengeluhkan sepinya pasar sejak menjamurnya belanj online.
"Sepi mbak pasare, paling kalau ada lebaran itu paling naiknya ya cuma 10 persen lah. Ini laku satu aja sudah alhamdulilah," ujarnya.
Selain itu, kondisi pasar yang luas setelah mengalami renovasi disebut sebut juga turut menyebabkan penurunan jumlah pembeli. "Juga sakwise direnov kie mbak, memang sepi. Karena apa pasarnya tambah luas, buat pengunjung capek juga muter pasar sekarang kan pada sukanya online yang ga cape," tuturny
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....