Kapasitas Minim, BNN Jateng Gandeng RSJD Amino Gondohutomo Perluas Layanan Rehab
- 05 Mar 2026 12:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID. Semarang : Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah mencatat sebanyak 195.081 orang di wilayah ini terpapar narkoba dan memerlukan layanan rehabilitasi. Namun, kapasitas layanan rehabilitasi yang tersedia saat ini dinilai masih sangat terbatas dan belum sebanding dengan tingginya jumlah kebutuhan penanganan di lapangan.
Kondisi tersebut mendasari BNN Jateng melakukan audiensi dan koordinasi dengan RSJD dr. Amino Gondohutomo di Kota Semarang, Rabu 4 Maret 2026. Kepala BNN Jawa Tengah, Tonton Rasyid menyampaikan kunjungan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus langkah awal untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menanggulangi permasalahan narkotika.
“Data prevalensi menunjukkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkoba, di Jawa Tengah, jumlahnya mencapai 195.081 orang. Sementara kemampuan layanan rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, saat ini baru mampu menangani sekitar 600 orang per tahun yang menjadi tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.
Selain keterbatasan fasilitas, Tonton juga menyoroti pola peredaran gelap narkoba yang kini bertransformasi menjadi semakin terbuka dan masif. Menurutnya, sindikat narkotika saat ini telah memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana utama untuk promosi, komunikasi, hingga transaksi ilegal.
“Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung pada kalangan generasi muda yang merupakan pengguna aktif media sosial. Remaja dan pelajar menjadi kelompok rentan, baik sebagai sasaran pasar maupun pihak yang dimanfaatkan sebagai perantara dengan iming-iming keuntungan instan.” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSJD dr. Amino Gondohutomo, Alex Yusran menyambut baik kunjungan serta inisiasi kerja sama dari pihak BNN. Pihaknya menegaskan komitmen penuh rumah sakit dalam mendukung upaya pemerintah, khususnya dalam aspek rehabilitasi medis bagi para penyalahguna narkotika.
“Kami berharap kerja sama ini semakin serasi dan berkelanjutan. Salah satu program unggulan kami saat ini adalah penanganan NAPZA. Kami siap memberikan pelayanan yang lebih baik dan komprehensif,” ungkapnya
Melalui penguatan sinergi ini, diharapkan kesenjangan antara jumlah pengguna yang membutuhkan pertolongan dengan kapasitas layanan yang ada dapat segera teratasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Jawa Tengah untuk melindungi generasi muda dari ancaman peredaran gelap narkotika yang kian mengancam
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....