Angin Kencang Tumbangkan Puluhan Pohon, Jalur Pantura Batang Sempat Lumpuh
- 05 Mar 2026 12:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan tiang listrik roboh. Dampaknya, jalur Pantura di wilayah Kecamatan Subah sempat lumpuh total selama beberapa jam akibat akses jalan yang tertutup material pohon.
Kapolres Batang AKBP Veronica mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 4 Maret 2026, pukul 16.40 WIB. Menurutnya, cuaca ekstrem ini berdampak luas di beberapa titik wilayah, dengan dampak terparah berada di wilayah Kecamatan Subah dan Kecamatan Gringsing.
“Di wilayah Subah menjadi perhatian khusus karena jalur Pantura sempat terputus. Tercatat ada 33 pohon tumbang dan sekitar 30 tiang listrik roboh. Kejadian ini juga menyebabkan dua korban jiwa meninggal dunia,” ujar AKBP Veronica saat ditemui di Mapolres Batang, Kamis 5 Maret 2026.
Kapolres menambahkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara cepat melalui koordinasi intensif antara jajaran Polri, BPBD, dan pihak PLN. Berkat kolaborasi cepat tersebut, jalur utama Pantura yang sempat tertutup pohon tumbang dapat kembali dibuka untuk kendaraan.
“Kami bersama BPBD dan PLN melakukan penanganan semalaman. Dalam waktu sekitar lima jam, jalur yang sempat terputus berhasil dibuka kembali sehingga mobilitas masyarakat dapat berjalan normal,” jelasnya
Selain di wilayah Subah, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Gringsing. Di daerah tersebut, terdapat dua pohon tumbang dan dua tiang listrik roboh yang dilaporkan juga mengakibatkan satu korban jiwa meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah menyebutkan bahwa dampak cuaca ekstrem ini dirasakan merata di sejumlah kecamatan lainnya. Pihaknya terus melakukan pendataan lapangan untuk memastikan seluruh titik terdampak tertangani.
“Secara keseluruhan ada sekitar 10 kecamatan yang terdampak dari wilayah barat hingga timur Batang. Namun yang paling parah memang di wilayah Subah karena banyak pohon jati besar tumbang dan menutup akses jalan nasional,” kata Wawan menjelaskan skala kerusakan.
Ia menjelaskan bahwa fokus penanganan awal memang sengaja dipusatkan di jalur Pantura Subah. Hal ini dikarenakan jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat serta menjadi urat nadi utama dalam distribusi logistik nasional.
Setelah penanganan jalur utama selesai, tim gabungan kini mulai bergeser ke wilayah pemukiman untuk membersihkan sisa-sisa pohon tumbang lainnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....