Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ormas Se- Jateng Tegaskan Komitmen Damai
- 28 Feb 2026 09:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Polda Jawa Tengah mengambil langkah preventif dengan merangkul para tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Jawa Tengah dalam kegiatan Pembinaan Ormas dan Deklarasi Damai. Hal itu dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah,
Kegiatan yang digelar di Hotel Plaza, Jalan Setiabudi, Srondol Kulon, Kota Semarang, Jumat, 27 Februari 2026 sore tersebut dihadiri 157 peserta dari 22 ormas tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Suasana berlangsung hangat dan dialogis, mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Acara dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jateng, Siti Rondhijah. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan serta keterlibatan aktif para tokoh masyarakat, khususnya pimpinan ormas.
“Ormas memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan aparat keamanan. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Sebagai bagian dari pembinaan, peserta menerima paparan dari sejumlah narasumber lintas fungsi. Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Pradhana Agung Nugraha, menekankan pentingnya sinergi kelembagaan ormas dalam menciptakan harkamtibmas.
Sementara itu, perwakilan Ditintelkam Polda Jateng, Kompol Muhammad Kholid selaku Kabag Analis, memaparkan analisa, prediksi, serta rekomendasi terkait potensi kerawanan dan dinamika kamtibmas selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.
Tak hanya mengedepankan pendekatan persuasif, Ditreskrimum Polda Jateng yang diwakili AKBP Endro Wibowo (Kasubdit I Kamneg) juga mengingatkan bahwa kepolisian tetap akan bertindak tegas terhadap oknum ormas yang melakukan pelanggaran hukum. Penegasan ini menjadi pesan bahwa sinergi harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku.
Dalam forum tersebut, Dirbinmas juga mengajak seluruh ormas untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. Para pimpinan ormas diimbau menjaga harmoni, mencegah kesalahpahaman maupun gesekan antar kelompok
Selain itu aktif mengedukasi anggotanya agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban. Seperti penjualan miras ilegal, pembuatan petasan, perang sarung, hingga balap liar yang kerap marak menjelang sahur.
Selain itu, setiap kegiatan yang melibatkan massa diharapkan dapat dikoordinasikan dengan pihak kepolisian sebagai langkah antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai simbol komitmen bersama, seluruh peserta mengikuti pembacaan Deklarasi Damai yang dipimpin langsung oleh Dirbinmas, dilanjutkan dengan penandatanganan oleh perwakilan ormas.
Dalam deklarasi tersebut, para tokoh ormas berkomitmen menolak segala bentuk aksi anarkis dan perusakan, mendukung langkah tegas Polri dalam menciptakan situasi aman dan tertib, serta siap melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah demi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta bertekad bersama menjaga lingkungan, warga, aturan, dan amanah di wilayah Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan para pimpinan ormas. Menurutnya, deklarasi damai ini mencerminkan kedewasaan dan tanggung jawab sosial para tokoh masyarakat di Jawa Tengah.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Momentum Ramadhan harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya. Dengan komunikasi yang baik dan sinergi yang terjaga, kami optimistis situasi kamtibmas di Jawa Tengah akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....