Panen Inpari 32 di Desa Truko, Bulog Semarang Serap Hasil Gabah Petani

  • 27 Feb 2026 22:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung meninjau proses panen sekaligus kesiapan penyerapan gabah petani di Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah panen padi varietas Inpari 32 seluas kurang lebih 200 hektare.

Dirut Bulog didampingi Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati dan Pimpinan Cabang Bulog Semarang Rendy Ardiansyah. Di lokasi, Ahmad Rizal memastikan Bulog Semarang siap menyerap hasil panen petani, sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan beras nasional dan mengejar target 4 juta ton setara beras tahun 2026.

“Kami hadir untuk memastikan gabah petani terserap. Selama sudah masuk usia panen sesuai rekomendasi PPL, Bulog siap membeli,” tegasnya.

Berdasarkan pengecekan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), tanaman padi di Desa Truko dalam kondisi sehat, bebas serangan hama, dan siap dipanen. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani karena kualitas bulir gabah dinilai baik.

Meski demikian, proses panen di desa tersebut menghadapi tantangan geografis. Hamparan sawah memiliki kontur terasering dengan akses jalan naik turun sehingga alat panen modern seperti combine harvester tidak dapat dioperasikan.

“Bukan karena tidak ada alsintan, tetapi medannya tidak memungkinkan. Kalau dipaksakan, alat justru tidak bisa beroperasi,” jelasnya.

Akibatnya, panen dilakukan secara manual menggunakan alat pemotong sederhana. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen Bulog dalam menyerap gabah petani.

Dirut Bulog menegaskan, Bulog siap menyerap berbagai kualitas gabah selama masih dalam rentang usia panen yang direkomendasikan PPL. Kehadiran Bulog di lokasi panen menjadi bentuk kepastian bagi petani bahwa hasil produksi mereka memiliki pasar dan harga yang jelas.

Dengan optimisme produksi padi di Jawa Tengah yang terus membaik, Ahmad Rizal berharap kontribusi daerah ini mampu menopang ketahanan pangan. Ini, lanjutnya, juga sekaligus mendukung pencapaian target nasional 4 juta ton setara beras pada akhir tahun.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Bulog Semarang untuk aktif hadir di sentra-sentra panen. Untuk memastikan proses serapan berjalan lancar, dan memberikan rasa aman bagi petani dalam memasuki musim panen raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....