BNN: Pencegahan Peredaran Narkoba di Jateng Perlukan Peran Lintas Sektor
- 27 Feb 2026 11:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kenaikan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda di Jawa Tengah menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang semakin kompleks melalui media sosial membutuhkan langkah penanganan yang lebih kolaboratif, terstruktur, dan berkelanjutan lintas sektor.
Kepala BNN Jateng, Toton Rasyid menegaskan peningkatan prevalensi narkoba di kalangan generasi muda tidak bisa dihadapi secara parsial. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai benteng terakhir pembentukan karakter dan integritas generasi bangsa.
“Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika saat ini semakin nyata dan menyasar generasi muda dengan memanfaatkan celah teknologi serta media sosial. Kampus menjadi ruang yang sangat strategis untuk melakukan pencegahan secara sistematis,” ujarnya usai pendatanganan kerjasama BNN Jateng dengan Universitas Diponegoro(Undip), Kamis, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan, program Goes to Campus War on Drugs for Humanity menempatkan perang melawan narkoba sebagai tanggung jawab kolektif. Perang melawan narkoba bukan semata-mata penindakan hukum, tetapi perjuangan untuk menyelamatkan kemanusiaan.
“Kita bicara tentang melindungi masa depan generasi bangsa, menjaga martabat institusi pendidikan. Selain itu, memastikan kampus tetap menjadi ruang yang sehat, aman, dan produktif,” ucapnya.
Toton menjelaskan, komitmen Undip Bersinar akan diwujudkan melalui langkah konkret. Di antaranya angkah penguatan kebijakan internal kampus, integrasi nilai-nilai anti narkoba dalam kegiatan akademik dan non-akademik, sosialisasi berkelanjutan, fasilitasi deteksi dini dan rujukan rehabilitasi.
Selain itu, juga ada pengembangan riset serta pengabdian masyarakat di bidang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika(P4GN). “Nota Kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, kami mendorong adanya rencana aksi yang terukur dan berkelanjutan, dengan tata kelola yang kuat agar budaya kampus bebas narkoba benar-benar terbangun,” jelasnya.
Sementara, Rektor Undip , Prof. Dr. Suharnomo menyampaikan, pihaknya saat ini memiliki lebih dari 65.000 mahasiswa, yang menjadikannya salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia. Mahasiswa yang dari berbagai daerah di Indonesia, tentunya membawa dinamika gaya hidup perkotaan ke lingkungan kampus.
“Mahasiswa yang datang dari kota-kota besar tentu membawa pola dan gaya hidup yang beragam. Di sinilah risiko itu muncul, salah satunya penyalahgunaan narkoba. Undip berkepentingan penuh memastikan seluruh mahasiswa kami bebas dan terhindar dari narkoba,” ucapnya.
Ia menyoroti karakter mahasiswa saat ini yang cenderung Fear of Missing Out(FOMO) dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Hal itu membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan, terutama dengan banyaknya hunian kos di sekitar kampus.
“Pergaulan yang tidak terkontrol bisa menjadi pintu masuk yang membahayakan. Undip bersikap tegas melalui penyusunan tata tertib dan peraturan kampus yang lebih kuat, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....