Satu Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar, Akses Pendidikan Terbuka Lebar
- 26 Feb 2026 20:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, sektor pendidikan mendapat perhatian serius. Berbagai program dijalankan untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak di Kota Semarang.
Selain membangun gedung sekolah, anak-anak dari keluarga miskin juga bisa sekolah tanpa terbebani biaya. Ijazah yang tertahan bertahun-tahun akhirnya bisa diambil, dan guru-guru swasta mendapat bantuan operasional.
Program unggulan Semarang Cerdas menjadi bagian penting dari lima pilar pembangunan, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh. Kelima pilar tersebut dirancang saling terhubung untuk mendorong transformasi kota secara berkelanjutan.
“Pendidikan adalah kunci masa depan. Semarang Cerdas adalah wujud komitmen kami untuk tidak meninggalkan satu pun anak di kota ini,” ujar Agustina, Kamis 26 Februari 2026.
Hasilnya terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Semarang tahun 2025 yang mencapai angka 85,80. Angka tersebut masuk kategori sangat tinggi dan menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan klasik yang dihadapi dunia pendidikan adalah tunggakan SPP. Pemerintah Kota Semarang pun turun tangan dengan membayarkan tunggakan 122 siswa dari 15 sekolah sepanjang 2025, dengan total nilai Rp71.393.000.
Langkah ini menjadi solusi awal agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak terancam putus sekolah. Meski masih tercatat 1.053 siswa memiliki tunggakan, pemerintah berkomitmen mencari penyelesaian bertahap.
“Saya tidak ingin ada anak Semarang yang tidak naik kelas atau tidak ambil rapor karena orang tuanya tidak bisa bayar SPP. Pendidikan adalah hak mereka, dan negara harus hadir,” ucapnya.
Selain membantu siswa kurang mampu, perhatian juga diberikan kepada sekolah swasta melalui program hibah Pembiayaan Bantuan Operasional Sekolah Swasta. Program ini memberikan keringanan biaya bagi ribuan peserta didik.
Pada 2025, sebanyak 41 taman kanak-kanak swasta dengan 2.148 siswa menerima bantuan Rp1,2 juta per anak per tahun. Kemudian, ada 47 sekolah dasar swasta dengan 7.770 siswa menerima Rp1,5 juta per anak per tahun.
Selain itu, sebanyak 44 sekolah menengah pertama swasta dengan 6.422 siswa menerima Rp1,8 juta per anak per tahun. “Sekolah swasta adalah mitra pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, kami ingin mereka kuat, gurunya sejahtera, dan siswanya bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....