Rektor UIN Walisongo Semarang: Al-Qur’an Inspirasi Masa Depan Umat

  • 25 Feb 2026 16:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Suasana khidmat menyelimuti ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin 23 Februari 2026 sore jelang berbuka puasa. Ratusan jamaah, mengikuti kegiatan Kurma (Kupasan Ramadan Penuh Makna) dengan menghadirkan Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag., sebagai pemateri.

Mengusung tema “Al-Qur'an Sumber Inspirasi Masa Depan”, Prof Nizar menegaskan Al-Qur'an adalah kitab suci yang tak akan pernah habis untuk dikaji, bahkan hingga hari kiamat. Al-Qur'an tidak akan pernah kering untuk dibahas dan dibahas.

"Memuat begitu banyak ajaran dan prinsip penting kehidupan. Meski tidak selalu dijelaskan secara rinci, seluruh pokok nilai kehidupan yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Al-Qur'an diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hudā linnās—petunjuk bagi seluruh manusia, bukan hanya umat Islam. Oleh karena itu, pesan-pesannya bersifat universal dan relevan sepanjang zaman.

“Al-Qur'an berbicara tentang masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Termasuk tentang hari kremasi dan hari penghentian sesuatu yang manusia sendiri tidak mengetahui kapan terjadinya. Ini menunjukkan betapa jauhnya pandangan Al-Qur'an ke depan,” jelasnya.

Menurut Prof Nizar, pemahaman terhadap visi masa depan dalam Al-Qur'an seharusnya mendorong manusia untuk menata kehidupan dengan lebih baik. Semangat inilah yang, dalam sejarah peradaban Islam, lahirnya era keemasan ketika umat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Ia mencontohkan masa Kekhalifahan Abbasiyah di Bagdad, ketika ilmu pengetahuan berkembang pesat. Inspirasi dari Al-Qur'an pusat melahirkan-pusat kajian ilmu kedokteran, matematika, astronomi, filsafat, dan berbagai disiplin ilmu lain, sementara dunia Barat saat itu masih tertinggal.

Nama besar seperti Ibnu Sina menjadi bukti bagaimana inspirasi Al-Qur'an melahirkan karya monumental di bidang kedokteran yang kemudian menjadi rujukan di Eropa. Kajian tentang embriologi, penyakit, hingga berbagai fenomena alam dikembangkan melalui penelitian para ilmuwan Muslim yang terilhami nilai-nilai wahyu.

Selain sebagai sumber inspirasi ilmu pengetahuan, ia juga mengingatkan keistimewaan Al-Qur'an sebagai bacaan yang berpahala. Setiap huruf yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan, bahkan tanpa harus memahami maknanya terlebih dahulu. “Ini keutamaan yang luar biasa. Membaca Al-Qur'an sudah bernilai ibadah. Tentu akan lebih sempurna jika dibarengi dengan memahami dan mengamalkannya,” tambahnya.

Menutup tausiyahnya, Prof Nizar mengajak umat Islam untuk terus membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan Al-Qur'an sebagai kompas kehidupan. Ketika ia benar-benar menjadi pedoman, maka ia akan menjadi sumber inspirasi untuk membangun peradaban dan menata masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....