Bahaya Formalin di Balik Ramainya Pasar Takjil Ramadan

  • 23 Feb 2026 15:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ramainya pasar takjil selama Ramadan tidak hanya membawa berkah bagi pedagang, tetapi juga memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait keamanan pangan. Warga berharap pemerintah memperketat pengawasan untuk mencegah peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin.

Warga Tembalang, Kota Semarang, Diki, mengaku lebih waspada saat membeli takjil di luar rumah, terlebih anak kos hampir setiap hari membeli makanan berbuka. “Saya sangat khawatir dengan penggunaan formalin pada makanan, karena itu sangat berbahaya bagi kesehatan,” ungkapnya, Senin, 23 Februari 2026.

Hal senada disampaikan warga Kaligawe, Ambar yang memilih lebih selektif dalam membeli makanan selama Ramadan. “Saya berhati-hati dengan makanan yang dijual di luar, karena banyak yang menggunakan formalin dan saya berharap pihak terkait BPOM secara rutin melakukan pengecekan,” ucapnya.

Ambar juga menilai edukasi kepada masyarakat penting dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap dinas kesehatan aktif memberikan sosialisasi ke sekolah dan lingkungan warga agar masyarakat memahami mana makanan yang aman dikonsumsi dan mana yang berpotensi berbahaya.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Abdul Mufidz, menegaskan, pengawasan pangan selama Ramadan harus terus dilakukan karena potensi penyalahgunaan bahan berbahaya masih ada. Menurutnya, meningkatnya permintaan takjil kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan konsumen.

"Formalin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk pengawet mayat dan tidak diperuntukkan bagi makanan. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, zat ini dapat membahayakan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga risiko penyakit serius lainnya," katanya.

Dengan pengawasan yang lebih ketat serta edukasi yang konsisten, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah Ramadan dengan aman dan sehat. Ia pun mendorong pemerintah untuk melakukan sidak rutin dan menindak tegas pelaku usaha yang terbukti menggunakan bahan berbahaya pada makanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....