Hari Peduli Sampah Nasional, Pemkot dan Elemen Masyarakat Resik-resik Kali Jaten
- 22 Feb 2026 19:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Aliran Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, kini tampak lebih bersih. Tumpukan sampah yang sebelumnya menyangkut di badan sungai berhasil diangkat melalui kerja bersama warga, Satgas Sungai, jajaran OPD, komunitas, hingga unsur pendidikan.
Kerja bakti itu dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN tingkat kota Semarang di TPS Pudak Payung pada Sabtu 22 Februari 2026. Bagi warga sekitar sungai, dampaknya terasa langsung. Aliran air menjadi lebih lancar, potensi sumbatan di bawah jembatan berkurang, dan kekhawatiran luapan saat hujan deras dapat ditekan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjelaskan, upaya ini menjadi langkah antisipatif di tengah musim penghujan, ketika sampah kerap memperparah risiko genangan dan banjir. Sungai Jaten dipilih sebagai lokasi aksi karena kondisinya membutuhkan penanganan kolaboratif.
“Kita memilih satu lokasi yang _impossible_ jika dikerjakan warga sendiri. Maka kita gandeng berbagai elemen, termasuk tentara, peserta Proklim, sekolah Adiwiyata, dan masyarakat sekitar,” ujar Agustina yang hadir langsung dalam kegiatan resik-resik kali tersebut,
Sebelumnya, dirinya menerima laporan dan dokumentasi dari warga mengenai banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai tersebut. Kondisi itu dinilai berisiko menghambat arus air, terutama saat curah hujan tinggi.
“Sebagian banjir disebabkan oleh sampah. Ketika sampah menyangkut di bawah jembatan, aliran air terhambat dan bisa meluap. Membersihkan sungai ini adalah langkah antisipasi,” lanjutnya.
Selain pembersihan fisik di badan dan bantaran sungai, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan kantung pilah sampah kepada warga. Pembagian ini ditujukan untuk mendorong perubahan perilaku dari tingkat rumah tangga, agar sampah tidak lagi berakhir di sungai.
“Kalau kita memproduksi sampah, maka sejak dari tangan kita pertama kali harus dibuang di tempatnya. Di rumah, sampah sebaiknya sudah dipilah yang organik dan plastik. Maka hari ini kita bagikan kantung pilah sampah sebagai pemicu,” kata Agustina.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain OPD di Kota Semarang, camat dan lurah setempat, pengurus dan koordinator bank sampah, Saka Kalpataru. Selain itu juga Satgas Bersih Lingkungan (Satgas Sungai), sekolah Adiwiyata, komunitas, serta warga Gedawang dan Pudak Payung.
Menurut wali kota, aksi bersih Sungai Jaten tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari sebagai momentum peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui penguatan Satgas Berlian (Bersih Lingkungan dan Sungai), pihaknya juga mendorong keterlibatan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan kurve atau kerja bakti rutin terus diperkuat guna memastikan saluran air tetap bebas dari sampah.
Agustina menegaskan pengendalian sampah dimulai dari rumah tangga. Sungai yang bersih hari ini adalah hasil kerja bersama. Ketika warga disiplin memilah dan membuang sampah pada tempatnya, dampaknya kembali kepada masyarakat: lingkungan lebih sehat, aliran air lancar, dan risiko banjir dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....