Cegah Kebakaran Saat Kemarau, Pendinginan TPA di Semarang Dilakukan 2 Hari Sekali

  • 23 Jul 2026 20:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) selama musim kemarau dengan memperbanyak kegiatan pendinginan di area rawan. Pendinginan kini dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali untuk mengurangi potensi munculnya titik api pada tumpukan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan pendinginan difokuskan pada zona-zona aktif yang memiliki risiko tinggi terjadinya kebakaran. Langkah tersebut dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca panas yang berkepanjangan.

Sebelumnya, pendinginan hanya dilakukan satu kali dalam sepekan, namun kini frekuensinya ditingkatkan menjadi dua hari sekali. Peningkatan jadwal tersebut diharapkan mampu menjaga kondisi area TPA tetap aman dari potensi kebakaran.

"Seperti Jumat, 17 Juli 2026 telah dilaksanakan kembali pendinginan terutama di area zona 1 dan zona 2 TPA, yang sebelumnya juga telah dilakukan pendinginan pada dua hari yang sebelumnya atau Rabu, 15 Juli 2026 dan pendinginan berikutnya di tanggal 19 Juli," ujarnya.

Menurut Glory, konsistensi pelaksanaan pendinginan menjadi kunci untuk mencegah munculnya titik api selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran tetap mengutamakan penanganan kondisi darurat, namun juga mendukung upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan pada siang hari saat suhu udara mencapai puncaknya.

"Jadwal sudah muncul. Yang penting konsisten. Memang penting, Dinas Damkar juga meskipun tetap prioritaskan keadaaan darurat sebagai palayanan rutin, tetapi tetap diupayakan pelaksanaanya siang hari pas puncak panas-panasnya," ujarnya.

Selain melakukan pendinginan rutin, DLH juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar kawasan TPA. Bara api dari pembakaran sampah dikhawatirkan terbawa angin dan memicu kebakaran pada tumpukan sampah yang mengering akibat cuaca panas.

"Kalau ada pembakaran sampah di sekitar, dikawatirkan ada bara api dari pembakaran tersebut yang rawan terbawa angin dan bisa memicu kebakaran di TPA. Kami berharap warga sekitar, maupun pemulung yang beraktivitas di lokasi TPA bisa menjaga bersama-sama," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....