Operasi Keselamatan Candi Purworejo Usai, Pelanggaran Helm Dominan

  • 20 Feb 2026 06:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Pelanggaran tidak menggunakan helm masih menjadi temuan terbanyak dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 di wilayah Purworejo. Operasi yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, tersebut kini resmi berakhir.

Kaposko Keselamatan sekaligus Kaur Mintu Satlantas Purworejo, Ipda Teguh Priyono mengatakan, pelanggaran lalu lintas masih ditemukan selama operasi berlangsung. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis, 19 Februari 2026.

“Pelanggaran yang terbanyak masih tetap sama. Tidak memakai helm, berkendara di bawah umur dan penggunaan knalpot brong," ucapnya mewakili Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Arta Dwi Kusuma.

Meski demikian, ia menyampaikan, operasi berjalan aman dan lancar. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan operasi dengan mematuhi aturan lalu lintas.

"Kegiatan Operasi Keselamatan Candi 2026 resmi selesai dan berjalan selamat, aman, dan lancar. Tidak ada peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menonjol,” kata Ipda Teguh.

Ia menjelaskan, Operasi Keselamatan Candi 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar keselamatan berlalu lintas menjadi kebutuhan bersama.

"Satlantas Polres Purworejo memprioritaskan kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (dikmas lantas) serta penegakan hukum berbasis tilang elektronik atau ETLE. Namun penindakan manual tetap dilakukan, namun dalam jumlah terbatas," ujarnya.

Ipda Teguh menambahkan, setelah Operasi Keselamatan Candi berakhir, Polres Purworejo akan melanjutkan Operasi Pekat untuk menjaga ketertiban selama Ramadan. Selain itu, pihaknya juga mulai mempersiapkan Operasi Ketupat guna mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....