Wagub Jateng Pastikan Huntara Korban Tanah Gerak Dipercepat
- 18 Feb 2026 13:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mempercepat penyelesaian sisa hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal. Langkah ini dilakukan agar para pengungsi dapat segera menempati hunian yang lebih layak sebelum memasuki bulan puasa.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa dari total kebutuhan 900 unit huntara, sebanyak 550 unit telah berhasil terbangun. Saat ini, pemerintah tengah mengejar penyelesaian sisa unit yang dibutuhkan. Menurut Taj Yasin, persoalan utama yang dihadapi warga saat ini bukan hanya soal pemenuhan logistik harian, melainkan kepastian mengenai tempat tinggal tetap untuk masa depan.
“Yang membuat tak nyaman karena bukan rumah sendiri, dan sampai kapan (di pengungsian). Maka yang kita butuhkan percepatan huntaranya," kata Taj Yasin saat meninjau langsung pengungsi di Pondok Pesantren Al Adalah 2 dan posko Desa Padasari, Jatinegara, Selasa 17 Februari 2026.
Taj Yasin menyebut, setidaknya masih diperlukan sekitar 350 unit huntara tambahan. Namun, tantangan utama di lapangan adalah ketersediaan lahan yang aman, mengingat sebagian lokasi yang tersedia masih memiliki kondisi tanah yang labil.
Ia juga menegaskan akan terus mengawal penyediaan lahan yang sesuai dengan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (ESDM). Hal ini penting untuk memastikan pembangunan huntara tidak menimbulkan risiko bencana baru di kemudian hari.
Terkait pelaksanaan ibadah Ramadan di pengungsian, Wagub meminta warga tetap tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah. "Kami pastikan dari pemerintah untuk menyiapkan sahur dan buka puasa, insyaa Allah sudah kita siapkan semuanya,” ucapnya menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan senilai lebih dari Rp239 juta yang mencakup bahan makanan, beras, obat-obatan, vitamin, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Untuk diketahui, tanah gerak yang terjadi sejak 1 Februari 2026 menyebabkan 2.453 jiwa dari 596 kepala keluarga mengungsi. Sedikitnya 900 rumah terdampak, sementara tiga lokasi relokasi alternatif di Padasari, Lebakwangi, dan Capar tengah disiapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....