Pers Hadapi Tantangan Berat di Era AI dan Banjir Informasi

  • 17 Feb 2026 14:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus- Tantangan pers di era masifnya arus informasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat peran vital pers semakin berat. Pers diharapkan bisa menguatkan verifikasi dan validasi sebagai informasi yang bisa dipertanggungjawabkan terhadap publik.

Hal itu disampaikan Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie. Ia menghadiri resepsi dan Sarasehan Hari Pers Nasional 2026 yang diselenggarakan PWI Kabupaten Kudus, Senin malam, 16 Februari 2026.

Sarasehan yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus ini menghadirkan dua narasumber, Dandim 0722 Kudus Letkol Arh Yuusufa dan Anggota DPRD Kudus Kholid Mawardi. Letkol Arh Yuusufa menyampaikan, pers juga menjadi bagian dari unsur pendukung pertahanan negara.

Menurutnya, peran pers sangat vital dalam membangun opini publik, melakukan diplomasi hingga pencegahan konflik. Dandim yang pernah menimba ilmu jurnalistik di Filipina ini menyebut kerja-kerja pers dalam menggali informasi hampir serupa dengan intelijen.

Pihaknya juga mengingatkan keberadaan teknologi AI yang bisa dimanfaatkan secara negatif. Menurutnya, AI bisa saja digunakan membuat bias informasi dan memanipulasi untuk kepentingan pengguna.

"Itu sangat berbahaya, ketika itu terjadi verifikasi dan validasi data menjadi penting. Oleh karena itu, dia berharap pers bisa menjadi elemen pendukung untuk membantu stabilitas negara dan menghadirkan informasi yang mendukung kepentingan negara," ungkapnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Kholid Mawardi menyinggung tantangan pers di era digital saat ini yang kian berat. Mantan aktivis pergerakan era 1998 ini menilai ada perbedaan cara media bertahan dalam menyikapi informasi yang bisa membangun opini publik.

Menurutnya, pers harus tetap pada koridornya dalam membangun narasi dan melakukan kritik terhadap pemerintah. “Tanpa kritik demokrasi tidak akan sehat, tetapi bagaimana kondisi saat ini ketika media kelimpungan menghadapi era medsos, semua orang bisa menjadi penyampai berita,” ujarnya.

Kondisi ini membuat fungsi verifikasi dan validasi informasi menjadi semakin penting. Hal itu untuk membendung derasnya informasi yang bias dan kontradiktif.

Ia juga mengakui adanya kebimbangan media dalam menjaga independensi dan kelangsungan perusahaan media itu. Keduanya harus berjalan berimbang, antara redaksi dengan pengiklan, kompromi ini yang membuat tantangan media saat ini semakin sulit.

Sementara, Ketua PWI Kudus, Saiful Annas menyampaikan, kegiatan resepsi dan sarasehan ini menjadi puncak perayaan Hari Pers Nasional 2026 di Kabupaten Kudus. Sarasehan ini menjadi pemantik yang menarik dalam memandang jurnalisme dan pers dari sudut pandang yang berbeda. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....