Operasi Keselamatan Candi 2026 Berakhir, Kepatuhan Warga Meningkat

  • 16 Feb 2026 12:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Polda Jawa Tengah resmi menutup Operasi Keselamatan Candi 2026 pada Minggu 15 Febrauri 2026 tepat pukul 24.00 WIB. Selama 14 hari pelaksanaan dilakukan pengawasan ketat, pihak kepolisian mencatat adanya perubahan perilaku pengendara yang lebih tertib dibandingkan sebelum operasi dimulai.

Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, mengatakan keberhasilan operasi tidak semata diukur dari jumlah penindakan. Melainkan dari tumbuhnya kesadaran masyarakat melalui pendekatan humanis yang dilakukan jajaran kepolisian di lapangan.

“Hari ini Operasi Keselamatan Candi 2026 resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Jawa Tengah yang telah menunjukkan komitmen untuk tertib berlalu lintas. Keselamatan Anda adalah prioritas kami,” ujarnya di Mapolda Jateng, Minggu 15 Februari 2026.

Selama dua pekan pelaksanaan, berbagai kegiatan edukatif digelar, mulai dari pendidikan masyarakat lalu lintas di sekolah, dialog simpatik bersama pengemudi di sejumlah rest area, hingga layanan kesehatan bagi para pekerja transportasi. Pendekatan ini dilakukan untuk membangun kesadaran dari sisi kemanusiaan, bukan sekadar penegakan hukum.

Berdasarkan rekapitulasi hingga hari terakhir, meski masih tercatat puluhan ribu pelanggaran yang didominasi kelompok usia produktif, namun tren penggunaan helm SNI dan kepatuhan menghindari lawan arus menunjukkan perbaikan di sejumlah titik pantauan.

Artanto menegaskan, perubahan perilaku memang tidak dapat terjadi secara instan. Namun, melalui operasi ini diharapkan tercipta fondasi pendidikan karakter dan disiplin berlalu lintas, khususnya bagi generasi muda. “Melalui operasi ini, kami berupaya menanamkan budaya tertib sebagai investasi jangka panjang demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, berakhirnya Operasi Keselamatan Candi 2026 bukan berarti pengawasan berhenti. Kepolisian kini bersiap menghadapi tantangan pengamanan bulan suci Ramadan dan arus mudik Lebaran 1447 H. “Disiplin jangan kendur. Jangan tertib hanya karena ada petugas atau saat operasi berlangsung. Mari jadikan Jawa Tengah sebagai wilayah yang beradab dan selamat di jalan raya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....