Cegah Pelanggaran Pemilu sejak Dini, Bawaslu Gandeng Warga Kemijen
- 12 Feb 2026 20:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) Kota Semarang menggandeng warga dalam upaya mencegah pelanggaran pemilu sejak dini melalui diskusi publik di Balai Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan partisipasi masyarakat menuju Pemilu 2029.
Diskusi publik bertema “Peran Strategis Warga dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu” tersebut dihadiri pengurus dan anggota PKK, ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat setempat. Hadir sebagai narasumber Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman dan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Gumilang Febriyansyah.
Lurah Kemijen, Bambang Sumbodo, membuka kegiatan dan menyatakan dukungan penuh terhadap edukasi kepemiluan di tingkat kelurahan. Ia menilai peningkatan pemahaman warga penting agar masyarakat berani melapor jika menemukan pelanggaran.
“Kami siap mendukung penuh kegiatan diskusi publik seperti ini agar masyarakat kami lebih paham tentang kepemiluan dan berani melaporkan jika melihat pelanggaran,” ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.
Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman menegaskan, diskusi publik ini menjadi langkah strategis menghadapi tantangan pemilu mendatang. Sosialisasi semacam ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran warga sebagai pemilih yang cerdas dan kritis.
“Diskusi publik ini untuk menjawab tantangan Pemilu yang akan datang di tahun 2029. Selain itu, sosialisasi semacam ini penting untuk peningkatan kesadaran sebagai pemilih, karena demokrasi kita ini perlu ditumbuhkembangkan agar menjadi lebih baik,” tegas Arief.
Ia menambahkan, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara. Keterlibatan aktif masyarakat diperlukan karena warga kerap menjadi pihak yang pertama kali melihat praktik pelanggaran di lapangan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Semarang Gumilang Febriyansyah dalam pemaparannya menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dan literasi informasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Tugas kita semua sebagai rakyat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta penguatan peran media untuk cegah hoaks. Jangan sampai kita mudah tercerai berai oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang berharap masyarakat semakin sadar politik, memahami nilai kebangsaan, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran. Kolaborasi antara penyelenggara dan warga diyakini menjadi kunci membangun demokrasi yang lebih baik di Kota Semarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....