Densus 88 Catat 22 Pelajar Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Medsos
- 11 Feb 2026 10:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Densus 88 Antiteror Mabes Polri mencatat sedikitnya 22 pelajar di Jawa Tengah terpapar radikalisme. Hal itu disampaikan Kanit Idensos Satgaswil Jawa Tengah Densus 88, Kompol Lugito Gopar dalam acara Meet & Greet di SMAN 6 Semarang bersama Disdik, dan Kesbangpol Jateng, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas kasus dipengaruhi aktivitas media sosial, termasuk grup kekerasan dan propaganda ekstremisme. Para pelajar tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Pekalongan, Pemalang, Tegal, Banyumas, Semarang, Magelang, Solo, Jepara, dan Kudus.
Menurutnya, para pelajar umumnya terpapar melalui media sosial dan grup daring mengarah pada kekerasan. Sebagian bahkan bergabung dalam grup berafiliasi jaringan terorisme internasional.
Ia menjelaskan pembinaan selama ini dilakukan dengan melibatkan keluarga tanpa melibatkan sekolah secara langsung. Ke depan, pembinaan diharapkan dapat melibatkan sekolah melalui kegiatan sosialisasi.
“Selama ini kita melakukan pembinaan dengan orang tua, belum melibatkan sekolah. Dengan kegiatan ini mudah-mudahan ke depan bisa sosialisasi bersama Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi pencegahan di lingkungan pendidikan. Densus 88 menggandeng Dinas Pendidikan serta Kesbangpol Jawa Tengah dalam upaya tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kusno, menegaskan program pencegahan akan diperluas ke berbagai daerah. “Prinsipnya anak-anak usia SMA harus mengerti, memahami, dan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengantisipasi bahaya radikalisme dan terorisme,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....