Warga Serbu Layanan Pembuatan Nomor Induk Berusaha Gratis di Grobogan
- 11 Feb 2026 06:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis di Kecamatan Toroh Grobogan diserbu warga sejak pagi. Pelayanan cepat dan dekat dari rumah membuat antrean warga terus berdatangan.
Program ini menjadi bagian dari Kecamatan Berdaya yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Melalui kegiatan kolaborasi perizinan, warga juga mendapat akses layanan perbankan, asuransi kerja, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Warga Desa Pilang Payung, Joyo, mengaku terbantu dengan kemudahan pengurusan Nomor Induk Berusaha. Ia hanya membawa kartu tanda penduduk dan proses selesai dalam sekitar sepuluh menit.
Legalitas usaha tersebut diharapkannya membuka akses permodalan bagi toko kelontong miliknya. Ia menilai layanan ini memangkas jarak, biaya, dan waktu yang biasanya dibutuhkan.
“Ini tadi gratis, syaratnya cukup KTP saja, dan waktu layanan sekitar 10 menit. Belum pernah ada, jadi tidak usah ke mana-mana, cukup di sini,” ujar Joyo, Selasa, 10 Februari 2026.
Warga lain, Sofi dari Desa Winong Randas, berharap usaha kateringnya lebih berkembang setelah memiliki izin resmi. Ia merasa lebih aman dan nyaman menjalankan usaha dengan legalitas yang jelas.
Camat Toroh Indah Dwi menyebut antusiasme warga sangat tinggi terhadap program ini. "Dalam satu jam, tercatat 120 warga langsung mendaftar pembuatan Nomor Induk Berusaha," katanya.
Menurutnya, mayoritas warga bekerja di sektor usaha mikro kecil dan menengah sehingga membutuhkan kemudahan legalitas. Kehadiran layanan di kecamatan dinilai sangat membantu perkembangan ekonomi warga.
Pengarah Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Ratna Dewajati mengatakan, layanan ini memperkuat peran kecamatan. Kecamatan didorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan perlindungan warga.
"Kami berkontribusi pada penguatan ekonomi. Khususnya melalui penerbitan perizinan bagi pelaku usaha UMKM,” jelasnya.
Layanan perizinan keliling ini akan digelar di berbagai kecamatan lain di Jawa Tengah. Pemerintah berharap akses perizinan semakin dekat sehingga lebih banyak pelaku usaha memiliki legalitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....