Kian Diminati, Penumpang Trans Jateng Tembus Sepuluh Juta
- 11 Feb 2026 06:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Minat masyarakat terhadap layanan Trans Jateng terus meningkat hingga jumlah penumpang menembus sepuluh juta orang pada 2025. Capaian ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin kuat.
Rincinya, Catatan Balai Transportasi Jawa Tengah menunjukkan total penumpang sejak 2017 hingga 2025 mencapai 45.542.727 orang. Khusus 2025, jumlah penumpang tercatat 10.240.745 orang.
Tingkat keterisian penumpang tercatat melampaui 110 persen di sejumlah koridor layanan. Tren transaksi nontunai juga naik menjadi 8,72 persen seiring kemudahan pembayaran digital.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko menyebut capaian ini tidak lepas dari peran 566 petugas yang melayani di tujuh koridor. Sebanyak 41,70 persen di antaranya berasal dari keluarga prasejahtera.
“Pelayanan transportasi publik yang berkualitas merupakan elemen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta membangun kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah," ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurutnya, atas capaian itu Dinas Perhubungan melakukan evaluasi kinerja sekaligus memberikan penghargaan kepada petugas berprestasi. Sebanyak 33 kru menerima predikat terbaik atas dedikasi pelayanan kepada penumpang.
Penilaian dilakukan terhadap petugas administrasi, pengatur waktu, pengawas perjalanan angkutan, dan pramujasa. Indikatornya meliputi kedisiplinan, capaian pelayanan, dan peningkatan transaksi nontunai.
Rute terbaik juga dinilai berdasarkan tingkat keterisian, pertumbuhan transaksi digital, pendapatan tiket, dan minimnya aduan masyarakat. Keaktifan edukasi transportasi dan publikasi media sosial turut menjadi pertimbangan.
Capaian ini didorong kebijakan tarif khusus seribu rupiah bagi buruh, pelajar, dan veteran. Kebijakan tersebut dinilai efektif menarik minat masyarakat menggunakan transportasi publik.
Pembayaran nontunai didominasi penggunaan kode respons cepat standar nasional Indonesia sebesar 5,98 persen. Metode kartu sentuh menyumbang 2,41 persen dan aplikasi Si Anteng 0,34 persen.
Pengguna transaksi digital paling banyak berasal dari penumpang umum, disusul pelajar, buruh, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan veteran. Selain layanan reguler, Trans Jateng juga melayani 11.409 perjalanan edukasi sepanjang 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....