Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak Perkuat Kesehatan Mental

  • 10 Feb 2026 20:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Isu kesehatan mental kini menjadi perhatian serius dalam upaya perlindungan keluarga, terutama bagi perempuan dan anak. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus memperkuat layanan kesehatan mental dan psikososial berbasis keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Krisnarto menegaskan, kesehatan mental bukan lagi isu pendukung, melainkan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berdaya. PUSPAGA sebagai garda terdepan layanan keluarga diharapkan mampu melakukan penguatan kesehatan mental bagi orang tua dan anak. 

"Ini menjadi upaya bersama agar orang tua dapat memberikan pengasuhan yang layak melalui kondisi mental yang sehat,” ujar Eko Krisnarto, Selasa 10 Februari 2026. Tantangan keluarga di era modern semakin kompleks, mulai dari konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga persoalan pengasuhan anak. 

Menurut dia, kondisi tersebut kerap berdampak langsung pada kesehatan mental perempuan dan anak, yang menjadi kelompok paling rentan. Berdasarkan berbagai temuan nasional, lebih dari separuh masyarakat mengalami gangguan kecemasan, sementara satu dari tiga remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental. 

Ironisnya, hanya sebagian kecil yang mampu mengakses layanan kesehatan jiwa secara memadai. Kesenjangan inilah yang mendorong PUSPAGA memperluas peran sebagai gerbang awal dukungan kesehatan mental keluarga.

Melalui pelatihan DKMP, kata dia, tenaga layanan PUSPAGA dibekali keterampilan Dukungan Psikologis Awal (DPA) dengan metode Look, Listen, Link. Hal itu mengamati kondisi klien, mendengarkan secara empatik, serta menghubungkan dengan layanan lanjutan bila diperlukan.

Ia menilai pendekatan ini efektif untuk merespons persoalan psikologis sejak dini, sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat. Edukasi tentang pola asuh, komunikasi sehat dalam keluarga, serta dukungan tumbuh kembang mental anak menjadi bagian penting dari upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa.

Pihaknya menegaskan, upaya perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, hingga masyarakat dan kader di tingkat kelurahan.

“Kesehatan mental keluarga adalah investasi jangka panjang. Ketika perempuan dan anak terlindungi secara psikologis, maka keluarga akan lebih tangguh, dan pada akhirnya berdampak pada kualitas masyarakat secara keseluruhan,” pungkas Eko Krisnarto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....