Cegah Hoaks dan Deepfake, Pelajar Demak Dilatih Manfaatkan AI

  • 10 Feb 2026 07:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Demak – Polres Demak bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia(Mafindo) memberikan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan bagi pelajar SMA, Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dalam upaya pencegahan penyebaran hoaks dan penyalahgunaan teknologi deepfake dilakukan.

Pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence tersebut digelar, di Ruang Wicaksana Laghawa Polres Demak. Sebanyak 100 siswa-siswi terpilih dari 14 SMA sederajat di Kabupaten Demak mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan dibuka langsung Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra. Ia menekankan pentingnya kolaborasi Polri, Mafindo, dan dunia pendidikan menghadapi tantangan era digital. “Kehadiran kita di sini merupakan wujud komitmen Polri, Mafindo, dan instansi pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman,” kata AKBP Samel.

Ia menjelaskan perkembangan kecerdasan buatan berlangsung sangat cepat dan telah menyentuh berbagai aspek kehidupan. Karena itu, pelajar perlu memahami pemanfaatan teknologi secara tepat.

“Sebagai generasi Z, kalian adalah pemilik masa depan. Keberlanjutan bangsa ini berada di tangan kalian,” ujarnya.

Kapolres Demak juga menyatakan dukungan terhadap program AI Ready ASEAN yang digagas Mafindo sebagai proyek percontohan literasi digital yang didukung Polri. “Polres Demak siap mendukung dan menyukseskan program AI Ready ASEAN serta terus bersinergi dengan Mafindo dan dunia pendidikan,” tuturnya.

Namun demikian, Kapolres mengingatkan potensi penyalahgunaan AI seperti hoaks, deepfake, dan kejahatan siber. Pelajar diminta menjunjung etika dan integritas dalam bermedia digital.

“Meski kecerdasan buatan dapat membantu banyak hal, teknologi ini tidak memiliki hati nurani. Integritas, etika, dan kepatuhan terhadap norma tetap harus menjadi pegangan,” katanya.

Sementara itu, narasumber Mafindo, Kasihani, menilai pelatihan ini langkah strategis memperkuat literasi digital pelajar. Edukasi ini dinilai penting di tengah arus informasi yang semakin kompleks.

“Ke depan, program edukasi teknologi dan literasi digital semacam ini akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....