Dorong Kemandirian, PLTU Batang Bekali Nelayan Keahlian Mesin Kapal

  • 09 Feb 2026 14:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku PLTU Batang memperkuat program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan teknis mesin kapal bagi nelayan Dukuh Roban Timur. Kegiatan yang digelar pada 9–11 Februari 2026 ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi nelayan.

Chief Operating Officer BPI, Naofumi Yasuda, melalui Community Relation & CSR Manager BPI, Ahmad Lukman, menekankan pelatihan ini bertujuan agar nelayan mampu merawat mesin secara mandiri untuk menekan biaya operasional melaut. "Kegiatan ini merupakan dukungan kami untuk masyarakat nelayan di pesisir Kabupaten Batang", ungkapnya, Senin, 9 Februari 2026.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Batang. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, melalui Asisten I Sekda Batang Darsono, menegaskan penguatan sumber daya manusia menjadi kunci pengelolaan potensi kelautan daerah.

Berdasarkan data pemerintah daerah, dari total 722 nelayan kecil di Batang, baru sekitar 37 orang yang memiliki kemampuan teknis memperbaiki mesin kapal. Pemerintah menargetkan dalam lima tahun ke depan dapat mencetak 500 nelayan ahli mesin.

Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.“Pelatihan hari ini bagi 25 nelayan Roban Timur adalah langkah awal yang sangat krusial,” kata Darsono.

Salah satu nelayan Dukuh Roban Timur, Rusnaeni, mengaku manfaat program ini dirasakan langsung oleh para nelayan, terlebih saat kondisi cuaca kurang bersahabat. “Dengan mendapatkan ilmu langsung dari para ahli dan bantuan 25 set kunci pas, kami kini memiliki modal untuk merawat mesin kapal secara mandiri,” ujarnya.

Pelatihan ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemberdayaan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Masyarakat Pesisir antara PLTU Batang dan Pemerintah Kabupaten Batang. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat sinergi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Batang, Agung Wisnu Barata, berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Selain meningkatkan kesejahteraan nelayan, sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir di sekitar wilayah operasional PLTU Batang.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, PLTU Batang telah menjalankan berbagai program pemberdayaan nelayan. Program tersebut meliputi pelatihan perbaikan mesin kapal berkelanjutan, sambungan listrik gratis, renovasi rumah tidak layak huni, khitanan massal, hingga kegiatan pelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....