Koperasi Merah Putih Sinergi Bersama Pasar Rakyat 

  • 08 Feb 2026 20:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menghadiri pembukaan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon pada Minggu 8 Februari 2026. Lembaga itu menggabungkan aktivitas ekonomi ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah dari Koperasi Merah Putih. 

Kegiatan ini menandai sinergi strategis antara Pasar Rakyat yang telah eksis selama empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk untuk menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat. Agustina mengapresiasi warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih atas kolaborasi strategis ini. 

"Semoga menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan basis ekonomi kerakyatan," ujar Wali Kota. Menanggapi aspirasi pedagang, Agustina mendorong percepatan pembangunan fisik di wilayah Genuk, termasuk infrastruktur jalan untuk mendukung aktivitas UMKM. 

Ia menekankan, perputaran ekonomi sirkular yang terjadi setiap minggu di pasar rakyat ini sangat efektif untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah Kota juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Genuk guna menjamin kenyamanan kegiatan ekonomi warga.

Menurut dia, pasar rakyat ini rutin berjalan setiap, sehingga ada ekonomi sirkular yang berputar. Masyarakat bisa jalan sehat lalu jajan, ini memastikan inflasi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi tetap baik. 

"Saya minta Pak Camat segera ajukan usulan pengerasan jalan agar nantinya bisa digunakan maksimal untuk lapak UMKM kita," tutur Agustina. Bazar ini juga menawarkan paket sembako serba Rp30.000 dan Rp75.000, serta Minyak Kita seharga Rp15.000-an untuk membantu warga menghadapi fluktuasi harga menjelang Ramadan. 

Pihaknya mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan jalur air agar aktivitas pasar tidak memicu banjir di kemudian hari. Ketika selesai bubaran pasarnya, ia meminta para warga ikut menyelesaikan sampahnya masing-masing. 

"Selain itu juga ikut memungut sampah yang dalam pandangan matanya. "Tidak peduli siapa yang buang, kalau berada di dalam pandangannya, tolong dipungut diambil terutama yang berada di jalur air, karena ini juga untuk kebaikan kita semua," pungkasnya.

Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, Walid mengatakan, kawasan Bangetayu Kulon yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak kini menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal yang sangat dinamis. Ratusan pelaku UMKM dari wilayah Genuk dan sekitarnya berpartisipasi menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.

"Tujuan kami dulu pertama kali membangun adalah mengumpulkan UMKM yang kita berdayakan di satu tempat. Alhamdulillah dari 20 lapak sampai hari ini sudah 250," ungkapnya.

Ia menuturkan, masih ada sekitar 75 pelapak lagi yang mengantre karena keterbatasan tempat. "Kami berharap adanya dukungan pengerasan jalan agar pasar ini bisa lebih berkembang lagi ke depannya," ungkapnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....