PD Muhammadiyah Batang Siapkan Imam Salat Berkompeten
- 08 Feb 2026 13:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Puluhan imam masjid dan musala yang bernaung di bawah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batang, mengikuti pelatihan untuk memantapkan kualitas menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pelatihan ini telah menjadi agenda rutin tahunan PD Muhammadiyah, untuk memastikan para imam salat tarawih nantinya menjalankan tugasnya sesuai hukum fiqih yang benar.
Wakil Ketua Bidang Majelis Tabligh, PD Muhammadiyah Batang Suhari mengatakan, pelatihan ini digelar untuk membekali para imam yang akan menjalankan tugasnya nanti. Harapannya, mereka mampu menjadikan jemaah salat makin memakmurkan masjid dan musala selama Ramadan.
"Setelah pelatihan ini, para imam mampu memimpin salat dengan benar. Sehingga jemaah pun merasa nyaman selama melaksanakan ibadah," harapnya, usai membuka pelatihan, di aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Minggu 8 Februari 2026.
Suhari mengimbau agar para imam telah menyiapkan diri sebaik mungkin, terutama terkait fiqih ibadah saat memimpin salat tarawih dan witir. "Mulai dari bacaan yang baik dan benar, sehingga jemaah mampu menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah," tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan salat tarawih Ramadan 1447 Hijriah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi jatuh pada Rabu Legi 18 Februari 2026 Masehi.
Dalam pelatihan, para imam masjid dan musala di bawah naungan PD Muhammadiyah, akan mendapatkan pembekalan dari Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Ustaz Ali Trigiyatno. Serta Imam Tetap dan Public Relation Masjid Al Falah Sragen Ustaz Muhammad Luthfi Afandi Al Hafidz, yang akan memberikan materi seputar fiqih ibadah.
Salah satu yang menjadi perhatian Ustaz Muhammad Luthfi Afandi Al Hafidz, yakni upaya memakmurkan masjid hingga metode mentalqinkan Al Fatihah secara baik dan benar. Pihaknya berupaya agar para imam mampu mengelola masjid dan musala agar terus dihidupkan oleh jemaah salatnya.
"Ini menjadi perhatian kami karena masih banyak masjid dan musala yang belum bergerak aktif. Momentum bulan suci ini kami motivasi mereka agar ketika jemaah mulai meramaikan masjid, akan terjadi keberlanjutan setelah Ramadan usai," ungkapnya.
Menilik para peserta merupakan imam dari kalangan muda, Ustaz Lutfhi menekankan agar ketika memimpin salat, tidak hanya memiliki suara yang bagus, namun mampu membuat jemaah nyaman. "Tidak cuma bagus pelafalannya, tapi mampu menghafal surat-surat pendek, tidak perlu panjang-panjang, karena insya Allah masyarakat Indonesia lebih bahagia dengan bacaan yang pendek-pendek," tegasnya.
Sementara, Ketua Panitia Muhammad Burhan Hidayat menerangkan, pelatihan diikuti 65 imam masjid dan musala di bawah binaan PD Muhammadiyah se-Kabupaten Batang. Pelatihan ini merupakan upaya pengurus masjid dan musala dalam melayani jemaah yang akan melaksanakan ibadah salat selama Ramadan nanti.
"Sebagai imam salat, harus memiliki standar yang baik, di antaranya bacaannya harus bagus dan sesuai kaidah tajwid, surat-surat yang dibaca tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek. Karena kalau terlalu panjang jemaah juga kurang nyaman, apalagi selama Ramadan Muhammadiyah juga akan melaksanakan qiyamul lail salat tarawih," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....