Sensus Ekonomi Digelar, BPS Batang Sasar Pebisnis Online
- 05 Feb 2026 22:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026. Program yang digelar setiap 10 tahun sekali ini menyasar seluruh unit usaha, termasuk pelaku ekonomi digital dan pebisnis online.
Kepala BPS Batang, Heni Djumadi, menilai keterlibatan seluruh pihak sangat penting karena sensus akan menjangkau seluruh pelaku usaha di berbagai sektor. Hal itu diungkapkannya saat membuka Pembinaan Statistik Sektoral, di Hotel Kiyana, Kabupaten Batang, Kamis, 6 Januari 2026.
"Sensus Ekonomi akan kami laksanakan untuk mendata seluruh pelaku usaha, rumah tangga, termasuk pengusaha besar. Khusus pengusaha besar akan kami data secara online di bulan Mei karena tentu mereka punya portal website, email dan lainnya," ucapnya.
Selain pendataan daring, BPS Batang juga akan menerjunkan ratusan mitra statistik terlatih untuk melakukan pendataan secara langsung dari pintu ke pintu. Langkah ini dilakukan menyusul perubahan pola usaha masyarakat yang kini banyak beralih dari toko fisik ke perdagangan berbasis online.
"Ternyata ada yang buka toko online, konten kreator, yang jadi penggerak di era ekonomi digital. Karena sensus ini dilakukan tiap 10 tahun sekali, jadi masyarakat harus memanfaatkan sebaik mungkin, karena akan ditata sampai tingkat rukun tetangga," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPS Batang juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mereviu layanan publik yang selama ini diberikan kepada masyarakat. "Ini untuk mengetahui kemanfaatan layanan publik yang dimiliki BPS di tengah masyarakat," ujarnya.
FGD tersebut juga menjadi bagian dari persiapan penyusunan Batang Dalam Angka, yang mencakup data sektoral baik dari pemerintah daerah maupun sektor swasta. "Tujuannya untuk mengetahui data sektoral baik pemerintah daerah maupun swasta," ucapnya.
Sementara itu, perwakilan organisasi kemasyarakatan Aisyiyah, Rizky, mengapresiasi sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dibarengi dengan FGD. Menurutnya, metode pendataan dari pintu ke pintu dinilai tepat sasaran karena petugas dapat mengetahui langsung kondisi ekonomi masyarakat.
"Manfaatnya jelas, untuk mengetahui tingkat ekonomi maupun jenis usaha yang dimiliki masyarakat. Aisyiyah sendiri mempunyai UMKM yang perlu didata agar diketahui perannya di tengah ekonomi digital yang serba jual beli online," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....