Jelang Mudik Lebaran, Purworejo Waspadai Ancaman Malaria

  • 04 Feb 2026 14:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Menjelang arus mudik Lebaran yang berpotensi meningkatkan mobilitas warga, Pemerintah Kabupaten Purworejo meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman malaria. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kembali munculnya kasus malaria lokal di wilayah tersebut.

Upaya kewaspadaan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini Malaria yang digelar Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa, 4 Februari 2026.

Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo, Sudarmi, menegaskan rapat koordinasi ini menjadi langkah penting agar tidak terjadi kembali kasus malaria indigenous saat mobilitas masyarakat meningkat. “Target eliminasi malaria kita rencanakan pada April 2026,” ujarnya.

“Sebelum itu, kami tidak ingin terjadi kejadian seperti di Desa Wadas pada tahun 2021. Alhamdulillah, selama tiga tahun berturut-turut hingga Maret ini, Purworejo sudah tidak ditemukan kasus malaria indigenous,” katanya.

Ia menambahkan, kewaspadaan diperkuat dengan melibatkan 153 kepala desa di wilayah yang tergolong reseptif malaria. Para kepala desa diminta meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing, khususnya selama periode libur Lebaran.

“Eliminasi itu tidak tujuan akhir. Akan tetapi, menjadi take off point agar selamanya tidak ada kasus malaria di Purworejo,” ucapnya.

Sudarmi menjelaskan, sebagian besar kasus malaria yang ditemukan selama ini berasal dari kasus impor, terutama dari daerah endemis tinggi seperti Papua. Namun demikian, tren di Purworejo menunjukkan perkembangan yang positif.

Ia mengatakan, tahun lalu ada kasus impor, tetapi jumlahnya sedikit. “Tahun ini sampai sekarang, kasus impor juga masih nol,” ujarnya.

“Jika nanti ada warga yang pulang dari daerah endemis seperti Papua pada Maret mendatang dan terdeteksi malaria, akan langsung kami tangani sebelum yang bersangkutan kembali ke keluarga,” kata Sudarmi.

Selain pengawasan malaria, Dinkesda juga mengimbau para kepala desa untuk aktif menyisipkan pesan-pesan kesehatan dalam setiap forum masyarakat. Pesan tersebut mencakup pencegahan malaria, stunting, TBC, CKG, serta isu kesehatan lainnya.

“Harapan kami, kesehatan di Purworejo bisa menjadi yang terdepan di Jawa Tengah. Masyarakat yang sehat adalah modal utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," ucapnya. (Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....