Tak Sekadar Seremonial, Imlek di Semarang Diwarnai Aksi Sosial

  • 04 Feb 2026 13:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang tidak hanya diwarnai tradisi dan hiburan, tetapi juga dipenuhi aksi sosial. Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai wujud kepedulian dan berbagi kepada sesama.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Tengah, Gow Andy Siswanto, mengatakan rangkaian Imlek dimulai pada 17 Februari 2026 hingga perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama RRI Semarang, Rabu, 4 Februari 2026.

“Rangkaian kegiatannya antara lain mengunjungi panti asuhan, panti anak yatim, panti anak difabel, hingga panti jompo. Kami juga mengadakan makan bersama lontong Cap Go Meh serta pembagian sembako sebagai bentuk berbagi kasih,” ujarnya.

Ia menambahkan, perayaan Imlek 2577 di Semarang bersifat terbuka untuk umum. Masyarakat dapat ikut menikmati berbagai pertunjukan budaya yang digelar selama rangkaian perayaan.

“Di Semarang, Imlek dirayakan dengan sangat meriah. Ada barongsai, liong, dan berbagai kegiatan budaya yang berlangsung selama perayaan Tahun Baru Imlek,” katanya.

Menurutnya, rangkaian tradisi Imlek diawali dengan bersih-bersih rumah sebagai simbol membersihkan diri dari hal-hal kurang baik. Tradisi ini dilanjutkan dengan makan malam bersama keluarga pada malam menjelang Tahun Baru Imlek atau Sacapmeh.

“Setelah itu biasanya saling mengunjungi antarkeluarga. Anak-anak diberikan angpau sebagai simbol doa dan harapan baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tahun 2026 merupakan Tahun Kuda Api yang dipercaya melambangkan kekuatan, semangat, dan ketangguhan. Banyak masyarakat meyakini shio kuda mencerminkan pribadi yang kuat dan penuh energi.

Dari sisi ekonomi, perayaan Imlek juga dinilai membawa dampak positif, khususnya bagi sektor pariwisata. Libur panjang hingga empat hari mendorong peningkatan aktivitas wisata dan okupansi hotel di Kota Semarang.

“Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk meningkatkan pariwisata. Masyarakat senang berlibur dan bepergian,” jelasnya.

Meski demikian, Gow Andy mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat disertai angin kencang. Ia berharap perayaan Imlek tahun ini dapat berlangsung aman dan penuh makna.

“Kami berharap perayaan Imlek tahun ini dapat dilaksanakan secara sederhana namun bermakna. Yang terpenting keluarga tetap aman, sehat, dan bahagia,” ucapnya. (ARITSU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....