Ribuan Warga Pekalongan Mengungsi, Wagub Pastikan Fasilitas Layak
- 30 Jan 2026 05:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengawal langsung penanganan banjir hingga kelayakan fasilitas pengungsian di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah provinsi memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, terutama sanitasi dan layanan dasar.
Taj Yasin menegaskan seluruh posko pengungsian harus memiliki fasilitas yang memadai agar kesehatan warga tetap terjaga. Ia menyebut penyediaan toilet portabel sudah diinstruksikan dan terus dipantau di lapangan.
“Di Pekalongan sudah saya instruksikan. Alhamdulillah terus ada WC portabel,” kata Gus Yasin usai menghadiri peringatan Isra Mikraj di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis 29 Januari 2026.
Gus Yasin juga meminta warga terdampak aktif menyampaikan kebutuhan kepada petugas. Informasi dari masyarakat dinilai penting agar penanganan bisa tepat sasaran dan cepat ditindaklanjuti.
Ia mengimbau warga terdampak banjir, rob, dan longsor untuk bersabar menghadapi situasi ini. Pemprov Jateng, kata dia, akan terus siaga hingga kondisi aman dan warga bisa kembali ke rumah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto mengaku membuka titik pengungsian baru di International Batik Centre yang dilengkapi fasilitas kamar mandi. Namun, sebagian warga memilih bertahan dekat rumah sehingga terjadi kepadatan di beberapa lokasi.
"Ini kemarin saya sudah minta ke Pak Camat, Pak Kades. Titik pengungsi yang berjubel itu, ada yang mau digeser sehingga fasilitas yang ada di situ bisa tercukupi semua, tidak berjubel," pungkasnya.
Agus menyebut BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa terus menata ulang sebaran pengungsi. Langkah ini dilakukan agar fasilitas di tiap titik pengungsian dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Pekalongan merendam 31 desa di delapan kecamatan dan berdampak pada lebih dari 60 ribu jiwa. Hingga 27 Januari 2026, tercatat 1.704 warga masih mengungsi dengan ribuan rumah dan fasilitas umum terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....