Jelang Lebaran 2026, Perbaikan Jalan Kabupaten Semarang Dikebut

  • 29 Jan 2026 12:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Semarang menargetkan perbaikan jalan rusak dapat terselesaikan sebelum puncak arus perjalanan masyarakat pada Ramadan dan Idul fitri 2026. Hal itu diungkapkan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha usai peresmian serentak proyek pembangunan daerah 2025 di Dusun Ngroto, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Rabu, 28 Januari 2026.

Bupati Ngesti menekankan, pembenahan infrastruktur diprioritaskan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat pada momen hari raya. “Harapannya pada bulan puasa ini sudah terbangun semuanya,” ujarnya melalui siaran pers.

Sesuai aspirasi masyarakat, Pemkab Semarang akan terus melaksanakan pembangunan baik fisik maupun nonfisik. Bupati juga telah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk mendata jalan rusak di wilayahnya.

Sementara itu, lokasi peresmian proyek sengaja dilakukan di kawasan yang sempat terdampak banjir bandang pada 2024. Di wilayah tersebut, sebuah jembatan penghubung antar dusun telah berdiri kembali secara permanen, menggantikan jembatan darurat Bailey yang sempat digunakan warga setelah bencana banjir.

Ia menjelaskan, jembatan penghubung Dusun Ngroto dan Dusun Macanan yang diresmikan tersebut dibangun dengan nilai kontrak Rp2,446 miliar. Jembatan tersebut menjadi akses vital warga yang sebelumnya terputus akibat bencana.

“Tahun anggaran 2025, yang jumlahnya ada 642, kemudian nilai anggarannya sekitar Rp228.981 miliar. Kita tempatkan di Dusun Ngroto dan Dusun Macanan, Desa Tajo, karena tahun 2024 lalu terkena bencana banjir,” kata Ngesti.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari ratusan kegiatan pembangunan yang dibiayai APBD dan sumber lain sepanjang 2025. Selain 642 paket pekerjaan konstruksi dengan nilai Rp228,981 miliar, ada pula 30.047 paket pekerjaan nonkonstruksi senilai Rp739,425 miliar.

Pekerjaan fisik tidak hanya mencakup jalan dan jembatan, tetapi juga pembangunan gedung layanan publik, ruang terbuka hijau, fasilitas kesehatan, serta sarana ibadah. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh puluhan perangkat daerah.

“Pekerjaan fisik konstruksi yang dikelola oleh 58 Perangkat Daerah. Sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Semarang , Bankeu Jawa Tengah dan DAK Pusat,” ujar Valeanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....