Dewan Harian Badan Pembudayaan Kejuangan Berkomitmen Jaga Ekologi

  • 29 Jan 2026 08:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Batang mengukuhkan kepengurusan baru masa bhakti 2025–2030, di Ruang Pertemuan Bakesbangpol setempat, Rabu 28 Januari 2026. Kepengurusan baru ini, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan ekologi yang lebih hijau dengan penanaman mangrove.

Ketua DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Batang, Soetadi menegaskan, pembudayaan semangat juang 45 tidak hanya terbatas pada narasi historis, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang relevan dengan tantangan kekinian. "Cinta tanah air pada hari ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan merawat bumi dan air Indonesia," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, konsep patriotisme ekologis sebagai wujud aktualisasi nilai kejuangan. "Merawat alam adalah bentuk pengabdian kepada bangsa, dengan menanam pohon, khususnya mangrove di wilayah pesisir," ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Batang pada 2025 menjadi salah satu titik strategis penanaman 1,3 juta bibit mangrove yang tersebar di 17 lokasi untuk mengatasi rob dan abrasi di wilayah pesisir.

“Untuk itu DHC BP45 Batang berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi generasi muda, dalam aksi konservasi lingkungan sebagai bagian dari pembangunan karakter kebangsaan,” katanya.

Badan Pembudayaan Kejuangan 45 merupakan organisasi yang bersifat manunggal, tidak berafiliasi dengan partai politik. Namun berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional dengan fokus utama pada pembangunan karakter bangsa.

"Kepengurusan periode 2025–2030 menekankan penguatan kaderisasi generasi muda sebagai penerus estafet nilai kejuangan. Langkah konkretnya kami telah menggagas gerakan "Juang Hijau"," jelasnya

Menurutnya, dengan semangat "Merdeka Ekologis", kepengurusan DHC BP45 Batang masa bhakti 2025–2030 menegaskan patriotisme sejati lahir dari kesadaran untuk merawat bumi pertiwi. “Bukan sebagai warisan statis, melainkan sebagai amanah yang harus terus dipupuk, ditumbuhkan, dan diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi penerus,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....