BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Eks Pekerja Migran

  • 28 Jan 2026 18:51 WIB
  •  Semarang

KBRN, Lombok: PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 20 eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (7/10/2025). Pelatihan itu untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi pekerja migran yang telah purna. 

Sebab, mereka biasanya menghadapi keterbatasan keterampilan usaha, akses modal minim, serta kesulitan mencari peluang ekonomi berkelanjutan. "Program Pemberdayaan Purna PMI kali ini menyasar pekerja migran yang telah purna dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB-red)," ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny. 

Pelatihan itu, kata dia, sebagai bentuk komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Peduli kembali meluncurkan program pemberdayaan purna PMI. 

"Ini program yang ditujukan kepada pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan masa kontrak kerjanya di luar negeri dan sudah kembali ke Indonesia," tandasnya. Selama ini, PMI telah memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan keluarganya. 

Adapun, pelatihan yang diberikan seperti halnya pengembangan produk bambu berbasis tren pasar dan preferensi konsumen, dan teknik anyaman lanjutan. Selain itu diversifikasi produk bambu berkualitas ekspor, pelatihan pengelolaan keuangan dan harga pokok penjualan, serta pemasaran, branding, maupun inovasi desain produknya. 

"Tujuan program ini membekali purna pekerja migran, dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan. Harapannya, mereka bisa memulai usaha mandiri atau mendapat pekerjaan yang layak di Indonesia," ujarnya. 

Menurut dia, dukungan mentor pengalaman akan membuat purna PMI mempunyai kesempatan dalam mengembangkan usahanya secara mandiri. Dengan demikian, sasaran utamanya mendorong kemandirian kesejahteraan serta mampu berkontribusi secara aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat," kata Dhanny. 

Sebagaimana diketahui, Lombok mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti halnya Desa Loyok di Lombok Timur yang dikenal sebagai sentra penghasil anyaman bambu. Namun, para perajin dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan keterbatasan bahan baku serta persaingan dengan produk modern, sehingga pemasarannya jadi kurang optimal. 

Dhanny berharap, program pemberdayaan purna PMI yang fokus pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis kerajinan bambu ini juga mampu menciptakan peluang usaha baru. Kerajinan bambu dari Desa Loyok ini potensi pasarnya cukup besar. 

"Produk kerajinan bambu di pasar global, seperti perabot rumah tangga dan dekorasi terus berkembang. Khususnya di negara-negara dengan kesadaran tinggi terhadap produk ramah lingkungan," ungkapnya. 

Ia mengemukakan, program pelatihan ini sasaran lainnya juga menciptakan ekosistem usaha berbasis komunitas yang dapat memberi dampak ekonomi secara lebih luas. (Royce)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....