Dompet Dhuafa Respons Cepat Banjir Pemalang
- 26 Jan 2026 05:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pemalang - Dompet Dhuafa Jawa Tengah dan Disaster Management Center (DMC) merespons cepat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang, dengan mengerahkan tim, dan layanan medis mobile. Banjir bandang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 sore hingga Sabtu, 24 Januari 2026 ini, akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Pulosari dan Moga, di antaranya di Desa Gunungsari, Penakir, Jurangmangu, Batursari, Clekatakan, Karangsari, Nyalambeng, dan Desa Sima. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, infrastruktur desa, serta menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan situasi BPBD Kabupaten Pemalang, di Desa Penakir, tercatat 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak. Sebanyak tujuh rumah hanyut, enam rumah rusak berat, dan satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, di Desa Sima, Kecamatan Moga, satu rumah hanyut, 12 rumah rusak berat, dan sekitar tujuh warga mengalami luka ringan. Dompet Dhuafa Jawa Tengah mengerahkan tim SAR untuk membantu evakuasi warga, terutama kelompok rentan yang masih terisolasi.
"Hingga Sabtu malam, proses evakuasi masih terus berlangsung,” ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini saat dihubungi, Minggu, 25 Januari 2026. Dompet Dhuafa juga membuka layanan medis mobile di Kecamatan Moga.
Selain itu juga menyiagakan tenaga kesehatan di salah satu titik pengungsian di Kecamatan Pulosari. Langkah ini dilakukan menyusul keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah terdampak.
Saat ini, puskesmas setempat memfokuskan layanan 24 jam bagi pasien berisiko tinggi, termasuk ibu hamil. Data sementara mencatat sedikitnya 1.240 jiwa mengungsi dan tersebar di beberapa titik, yakni Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung PC NU, dan SDN 02 Penakir.
Pengungsian dilengkapi dapur umum dan terus menerima bantuan logistik.Di Desa Sima, tercatat lima siswa kelas IX kehilangan perlengkapan sekolah akibat rumah mereka rusak, sementara dalam waktu dekat menghadapi ujian TKA.
“Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik permakanan, family kit, perlengkapan bayi, selimut, hygiene kit, matras tambahan, obat-obatan, serta perlengkapan penghangat tubuh karena cuaca dingin dan hujan masih terjadi,” lanjut bunyi laporan yang diterima. Hingga Sabtu malam, hujan dengan intensitas ringan masih mengguyur wilayah Pulosari dan sekitarnya.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, serta koordinasi penanganan lanjutan. Dompet Dhuafa Jawa Tengah menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....