Cuaca Ekstrem, Penyuluh Minta Petani Terapkan Manajemen Padi
- 25 Jan 2026 15:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Cuaca ekstrem yang terjadi hampir merata di Jawa Tengah dapat berdampak pada sektor pertanian. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Jawa Tengah, Warsana mengatakan, untuk menekan kerugian, petani dapat menerapkan manajemen padi.
Pengelolaan itu, kata Warsana, sejak awal perencanaan harus dilakukan dengan baik. “Jika dikelola dengan baik segala sesuatu tersebut dapat berjalan dengan baik,” katanya saat diwawancarai, Minggu, 25 Januari 2026.
“Pertama, mengantisipasi pra tanam, artinya harus disesuaikan dengan kalender tanam, perkiraan cuacanya bagaimana. Petani dengan penyuluh harus sering komunikasi, koordinasi dengan BMKG,” ujarnya.
Kedua, petani juga harus memilih varietas padi yang akan ditanam dengan varietas yang tahan. “Seperti musim hujan itu ada varietas Inpara yaitu varietas untuk lahan rawa,” jelasnya.
Ia menambahkan, petani juga harus menyesuaikan dengan pola tanam yaitu Okmar (Oktober - Maret) dan Asep (April - September). “Petani harus memilih tanaman yang berumur genjah, artinya cepat menghasilkan dan gunakanlah benih yang bersertifikat dan sehat,” ungkapnya.
Warsana menjelaskan, umumnya saat ini para petani sudah melakukan panen, namun karena waktu tanamnya berbeda, sehingga masa tanamnya juga berbeda. “Tanaman padi itu prinsipnya umurnya kurang lebih 110 hari atau 3 bulan,” ucapnya.
Petani juga harus memperhatikan jangan sampai gabah berjamur, dengan melakukan pengeringan menggunakan blower. “Dari dinas juga sudah mengupayakan sedemikian rupa,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, lahan pertanian yang terendam banjir dan padi sudah mulai menguning. Biasanya, para petani sudah mulai memanen untuk mengurangi kerugian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....