Perluas Lahan Kopi, Distangan Magelang Sasar Lereng Gunung

  • 23 Jan 2026 12:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Magelang menargetkan penambahan luas lahan tanaman kopi Arabika seluas 150 hektare pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi wilayah dataran tinggi di lereng gunung.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, menjelaskan, saat ini total luas lahan kopi Arabika di wilayah tersebut telah mencapai 1.075 hektare. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas sebaran tanam di titik-titik strategis.

Hal itu disampaikannya, seusai penanaman tiris perluasan lahan kopi Arabika di Dusun Windu Sabrang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Kamis, 22 Januari 2026.

“Distangan Kabupaten Magelang mendorong dan mengembangkan penanaman kopi Arabika di wilayah dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut. Utamanya di lereng Gunung Merbabu, Merapi, Telomoyo, Sumbing dan Andong,” ujarnya.

Khusus di Desa Wonolelo, Romza mencatat pada 2025, luas lahan kopi Arabika mencapai 75 hektare. Tahun ini, desa tersebut mendapatkan alokasi bantuan pengembangan dari dana APBN seluas 25 hektare.

“Penanaman pohon kopi ini selain untuk tanaman konservasi lahan,juga untuk konservasi yang hasilnya memberikan nilai ekonomi tinggi. Utamanya kopi Arabika,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nongko Jajar di Dusun Windu Sabrang Desa Wonolelo, Sukimin mengatakan, sebelumnya luas lahan kopi Arabika yang ditanam di wilayah tersebut baru mencapai 25 hektare. “Saat ini, mendapat tambahan seluas 10 hektare,” katanya.

“Khusus di Desa Wonolelo ini untuk kelompok kami mendapat penambahan luas tanam sekitar 10 hektare. Sebelumnya, di Desa Wonolelo sudah mencapai 25 hektare,” ujarnya.

Menurutnya, pada musim panen raya tahun lalu, harga panen kopi Arabika Wonolelo cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “Kopi mentah yang belum disangrai mencapai Rp160.000 per kg, paling rendah Rp140.000 per kg, dan kopi masih berkulit mencapai Rp14.000-15.000 per kg,” ucapnya. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....